Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 11 Januari 2019, Dibaca : 1262 Kali  

Jakarta - Kementerian Kesehatan RI memberikan paparan mengenai 4 tahun pencapaian program kesehatan dari tahun 2015-2018. Berbagai program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang diinisasi oleh berbagai kegiatan dari Kementerian Kesehatan. 

 

Dalam 4 tahun terakhir, tanggung jawab itu dilakukan melalui Program Indonesia Sehat yang mencakup Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

Terkait kondisi kesehatan masyarakat, misalnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU). Hal itu tercantum dalam RPJMN 2015-2019.

                                                   

Dari tahun 2015 cakupan terus meningkat dari 78,43% menjadi 80,61% (2016). Di tahun 2017, sampai dengan Desember menjadi 83,67%. Kemudian perNovember 2018, menjadi 73,50% ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan bersalin di Fasyankes.

 

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan cakupan ini terus meningkat, mengingat data sampai akhir Desember 2018 masih dalam proses pengumpulan dari Pengelola program KIA di kabupaten/kota dan provinsi.

 

Dengan demikian, sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya ibu bersalin untuk melakukan persalinan di fasyankes dan ditolong oleh tenaga kesehatan, kata Menkes Nila pada jumpa pers awal tahun di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kamis (10/1).

 

Selain itu, berdasarkan data Riskesdas 2013, persentase Balita yang mengalami stunting sebanyak 37,2% dan pada tahun 2018 (Riskesdas 2018) menurun sebanyak 6,4% menjadi 30,8%.

 

Peningkatan kondisi kesehatan masyarakat terlihat juga dari capaian kesehatan lingkungan tahun 2015 hingga 2018. Peningkatan itu terlihat mulai dari jumlah desa yang sudah melakukan STOP Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free) dari 4.557 desa (tahun 2015) menjadi 17.751 desa (31 Desember 2018, pukul 13.00 WIB) atau meningkat sebanyak 13.194 desa.

 

"Untuk kelanjutannya, Kementerian Kesehatan akan terus meningkatkan kesehatan masyarakat dengan penguatan Germas, pengendalian penyakit, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta pemantapan JKN/KIS," pesan Menkes. (bgs)