Tampil Bugar Bukan Karena Terpaksa

Dipublikasikan Pada : Selasa, 22 Januari 2019, Dibaca : 391 Kali  

Direktur Kesjaor, drg.Kartini, M.Kes, ketika menyampaikan kata pembuka pada acara Coffe-morning, Selasa (22/1/2019) pagi

JAKARTA---Direktur Kesehatan Kerja & Olahraga), drg.Kartini Rustandi, M.Kes, di hadapan undangan peserta Coffe-morning yang diselenggarakan Direktorat Kesehatan Kerja & Olahraga (Kesjaor), pada Selasa (22/1/2019) pagi, menyampaikan, bahwa dari laporan Riskesda 2019 ternyata angka orang yang melakukan aktifitas fisik menurun, justru malah angka orang yang obesitas dan penyakit tidak menular yang makin  meningkat. Padahal, kata Kartini, dalam setiap bulannya kita melakukan bebagai upaya seperti senam kebugaran di tempat kerja, juga pada setiap jumat di awal bulan menyelenggarakan senam bersama dan cek kesehatan.

 

Ia tambahkan, memang mesti kita akui masih banyak pegawai yang akan turut melaksanakan senam kebugaran bersama jika ada Menteri, tapi jika tak ada Menteri, lapangan  luas tempat kita senam jadi sepi.

 

“Maunya kita, pakaian training jangan jadi pakaian seremonial yang dipake hanya ketika ada Menteri ikut senam saja. Jangan bugar karena terpaksa””, ujarnya.

 

Coffee-Morning yang diselenggarakan di ruang rapat Direktorat Kesjaor pada selasa (22/1/2019) pagi itu, dihadiri undangan dari lintas sektor kesehatan dan juga lintas program serta lembaga dan LSM terkait, seperti Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia, Ikatan Langkah Dansa Indonesia, KONI, dan Komite Olimpiade Indonesia.

Disela-sela acara tersebut, Direktur Kesjaor memberikan piagam penghargaan ke lembaga dan LSM peserta Coffe Morning

Sementara itu, salah satu tugas Direktorat Kesjor, adalah pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang kesehatan kerja dan olahraga sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Dalam pelaksanaan kegiatan program kesehatan olahraga, Direktorat Kesjaor menitikberatkan pada peningkatan aktifitas fisik masyarakat untuk peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular.

 

Menurut Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular, yaitu Stroke menduduki peringkat pertama. Dengan demikian, trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat. Tentunya, hal ini menjadi ancaman bagi produktifitas bangsa kita. Usia produktif yang besar dan seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan akan terancam apabila derajat kesehatannya terganggu oleh penyakit tidak menular dan perilaku hidup yang tidak sehat.  

Dialog dan obrolan dengan para peserta pada acara Coffe Morning di Direktorat Kesjaor

Dalam mengatasi hal ini, ujar Kartini, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Karena pada dasarnya, pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu. Yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi.

 

“Kami menyelenggarakan acara ini, untuk memperkuat koordinasi sekalian untuk mensosialisasikan kegiatan Kesjaor padatahun 2019”, paparnya.

Foto bersama dengan seluruh peserta dan panitia di acara Coffe Morning, Selasa Pagi itu.

Ia berharap, dari pertemuan yang diselenggarakannya itu mendapat dukungan dalam bentuk masukan dari para undangan. Pola rancangan acara untuk mendapat masukan dari audiens dengan cara melaksanakan dialog dan obrolan dengan tiap peserta yang pada ujung acara akan mendapat rangkuman masukan yang didapat dari peserta Coffe Morning –(fey)-.