Akan Jadikan Pelayanan Kesehatan Ibu Lebih Mantap

Dipublikasikan Pada : Minggu, 31 Januari 2016, Dibaca : 1193 Kali  

dr. Yuli Farianti ketika memberikan paparan dihadapan peserta Rakor Kesmas Tk..Provinsi Kepulauan-Riau (foto HUMAS/fey)

BATAM---Menyinggung tentang kegiatan pembinaan kesehatan keluarga di Tahun anggaran 2016, ”Tantangan pokok pada progam kesehatan ibu salah satunya adalah AKI, AKN dan angka lahir mati masih tinggi. Di samping kualitas pelayanan kesehatan belum memadai juga pelayanan kesehatan ibu yang terintegrasi belum mantap”. Hal ini diungkap dr. Yuli Farianti, M.Epid, Kasubbag TU, Dit.Kes.Keluarga, pada acara pertemuan Rapat Koordinasi Program Kesehatan Masyarakat Tingkat Provinsi Kepulauan Riau 2016 yang berlangsung Kamis hingga Sabtu (28-30/1), di hotel Allium, Batam, yang dihadiri peserta dari dinas kabupaten kota serta Puskesmas di provinsi Kepuauan Riau.

Untuk itu, tambah dr.Yuli, ke depan strategi yang disiapkan salah satunya adalah memantapkan kesinambungan dan integrasi dalam pelayanan kesehatan, dengan cara membangun kerjasama dengan lintas sektor dan semua pihak yang terkait.

Iryanis, SKM, MM, Ka.Subag.TU, Dit.Gizi Masyarakat (foto HUMAS/fey)

Pada kesempatan yang sama, Iryanis, SKM, MM, Ka.Subag.TU, Dit.Gizi Masyarakat, pada penyampaian Kegiatan gizi masyarakat tahun anggaran 2016, memaparkan tentang pencapaian target indikator kinerjanya.

Disebutkan, pencapain target persentase Ibu hamil KEK yang mendapat makanan tambahan pada tahun 2015 hanya 13%, akan ditingkatkan menjadi 50% pada tahun 2016. Juga persentase ibu hamil mendapat TTD 90 tablet selama masa kehamilan, dari 82% menjadi 85%. Bayi usia kurang 6 bulan yang mendapat ASI ekslusif, 39% menjadi 42%. Bayi baru lahir mendapat IMD, dari 38% menjadi 41%, dan Balita kurus yang mendapat makanan tambahan 70% menjadi 75%, sementara persentase remaja puteri yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) pada tahun lalu hanya 10%, akan ditingkatkan 15% pada tahun 2016.-(fey)-