Laporan Akuntab ilitas Kinerja BKTM Makassar Tahun 2015

Dipublikasikan Pada : Senin, 01 Februari 2016, Dibaca : 1374 Kali   Balai Kesehatan Tradsional Masyarakat (BKTM) Makassar telah menyepakati penetapan kinerja kegiatan melalui dua  indikator kinerja utama program pada tahun 2015 yaitu; persentase cakupan kab/kota yang menyelenggarakan yankestradkomp, dan persentase cakupan kab/kota yang telah menggerakan masyarakat untuk pemanfaatan asuhan mandiri kesehatan tradisional di posyandu. Target kinerja yang ditetapkan pada tahun 2015 sebagai berikut; Cakupan kab/kota yang menyelenggarakan yankestradkomp sebesar 30%,  Cakupan kab/kota yang telah menggerakan masyarakat untuk Pemanfaatan Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional di Posyandu sebesar 10%. Berdasarkan perjanjian penetapan indikator kinerja tersebut, Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar telah melakukan berbagai upaya kegiatan untuk dapat mencapai target indikator kinerja dan mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan serta Rencana Aksi  Program Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Adapun hasil yang diperoleh pada tahun 2015 sebagai berikut: 1) Realisasi cakupan kab/kota yang menyelenggarakan yankestradkomp sebesar 38,59% dengan capaian 128,63% 2) Cakupan kab/kota yang telah menggerakan masyarakat untuk Pemanfaatan Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional di Posyandu sebesar 24,48% dengan capaian 244,81%. Secara umum, pencapaian indikator kinerja Program BKTM Makassar telah  melampaui target yang ditetapkan. Namun demikian masih perlu adanya pembenahan dan perbaikan untuk lebih mengoptimalkan pencapaian target pada tahun berikutnya. Upaya yang telah yang dilakukan antara lain: monitoring dan evaluasi bidang upaya yankestradkom di Kab/Kota; konsultasi teknis, monitoring dan evaluasi; sosialisasi dan advokasi program BKTM; pengkajian dan pengembangan di UPT, pengembangan SDM yankestradkom, diseminasi dan informasi pelayanan kesehatan tradisional, pembayaran gaji dan tunjangan, penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran, peralatan dan fasilitas perkantoran, perangkat pengolahan data dan komunikasi; dan Pelaporan BMN Upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam pencapaian indikator kinerja tersebut didukung dengan biaya yang cukup memadai. Pada tahun 2015, biaya program BKTM Makassar dapat terserap rata-rata sebesar  92,78% diatas rencana serapan minimal yaitu 90%. Analisis terkait capaian indikator kinerja yang tertuang dalam LKj ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dan masukan para pengambil kebijakan baik dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, serta pihak-pihak lain yang memerlukannya (red)