Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Ditjen Bina Gizi dan KIA Tahun 2015

Dipublikasikan Pada : Selasa, 02 Februari 2016, Dibaca : 1252 Kali   Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan dalam Peraturan Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, maka Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA menyusun laporan kinerja sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja yang telah dilakukan pada tahun 2015. Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2015 mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/52/2015. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan berbagai kegiatan yang dilaksanakan masing-masing unit eselon II di lingkup Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA. Upaya tersebut dilaksanakan ditiap jenjang pemerintahan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah (melalui dana dekonsentrasi) dan pemerintah kabupaten/kota (melalui tugas pembantuan) serta Unit Pelaksana Teknis (UPT). Laporan kinerja disusun berdasarkan capaian kinerja tahun 2015 sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja yang terdiri dari Indikator Kerja Utama (IKU) dan Indikator Kerja Kegiatan (IKK). Sumber data dalam laporan ini diperoleh dari unit eselon II dan UPT di lingkup Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA tahun 2015. Berdasarkan Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA memiliki 23 indikator kinerja yang terdiri dari 2 IKU dan 21 IKK. Indikator kinerja utama adalah; Persentase persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (PF) dengan capaian sebesar 78,43% (target 75%), Persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) berdasarkan hasil PSG tahun 2015 di 33 Provinsi sebesar 13,3% (lebih rendah dari target sebesar 24,2%). (Red)