Dirjen Kesmas Serahkan Hadiah Lomba Foto K3 Pada Acara Senam Bersama

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 08 Februari 2019, Dibaca : 373 Kali  

Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari, MQIH ketika memberikan hadiah kepada para pemenang lomba foto, pada Jumat (8/2/2019) di lapangan gedung Kemenkes Jakarta

JAKARTA--Pada kesempatan acara senam bersama yang menjadi agenda rutin di Kantor Kementerian Kesehatan pada Jumat pagi (8/2/2019), Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr.Kirana Pritasari, MQIH menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba photografi Bulan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), masing masing :

 

  1. Juara Pertama, Eddy Susanto, dari Rumah Sakit Otak Nasional, judul foto “Alat Pelindung Diri di Ruang Operasi”, mendapat hadiah sebesar Rp. 3.000.000,-
  2. Juara Kedua, Dita Adis, dari Rmah Sakit UMMI Bogor, judul foto “Smart and Protected”, mendapat hadiah uang sebesar Rp. 2.000.000,- .
  3. Juara Ketiga, Meilda Renpolita, dari Rumah sakit Bina Husada, Cibinong, judul foto “Penjamah Makanan”, dengan mendapat hadiah uang sebesar Rp. 1.000.000,- .

 

Lomba foto yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Bulan K3 setiap tanggal 12 Januari hingga 12 Februari itu, mengambil tema foto “Alat Pelindung Diri (PAD).

Foto juara Pertama hingga juara ke tiga [ada lomba foto bulan K3

Sementara itu, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahrga, drg.Kartini Rustandi yang mendampingi Dirjen Kesmas pada acara penyerahan hadiah, menyebut tema peringatan K3 pada tahun 2019 ini adalah “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional”, dengan sub tema “ Penguatan Peran Pekerja dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera”. Slogan yang didengungkannya adalah “Budayakan K3 Pekerja Sehat,  Pekerja Sehat Keluarga Sejahtera, dan Pekerja Sehat Keluarga Bahagia”

Direktur Kesjaor, Drg.Kartni yang turut mendampingi Dirjen Kesmas pada penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Dengan tema ini, kata Kartini,  diharapkan dapat meningkatkan peran serta dunia usaha, masyarakat serta pemangku kebijakan dalam mendukung program kesehatan kerja agar menghasilkan pekerja sehat produktif berkualitas yang berperan besar dalam meningkatkan ekonomi keluarga sebagai investasi dan pembangunan suatu bangsa. Ia tambahkan, menerapkan budaya K3 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan merupakan bagian dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia kesehatan.

 

Pekerja di fasilitas  pelayanan kesehatan merupakan penggerak roda perekonomian bangsa, aset bagi tempat kerja, tulang punggung keluarga dan pencetak generasi penerus bangsa.

 

“Penerapan budaya K3 di fasilitas pembangunan  yang dilakukan pemerintah saat ini, tentu saja memerlukan dukungan dari semua sektor”, pungkasnya. –(fey)-