Bukan Fogging Solusinya, tapi Ber-PHBS Kuncinya

Dipublikasikan Pada : Kamis, 11 Februari 2016, Dibaca : 1489 Kali   BANDUNG---Cara pengasapan atau "fogging" bukan solusi utama penanggulangan penyakit demam berdarah dengue, tapi lucunya, kenapa media televisi selalu memepertontonkan adegan penyemprotan “fogging”  ketika terjadi penanggulangan wabah DBD. Pesan-pesan kepada masyarakat untuk berprilaku hidup sehat tak turut serta diungkapnya.  Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Alma Lucyati, M.Kes, M.Si, MH.Kes di sela-sela sambutannya pada acara pertemuan sosialiasasi Juknis DAK bidang kesehatan  Tingkat Provinsi Jawa barat tahun 2016. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr.Anung Sugihantono, M.Kes, hadir pada acara pertemuan itu bersama Sesditjen Kesmas, Direktur Kesehatan Kerja, Direktur Kesehatan Keluarga, Direktur Promkes, serta Kepala bagian Program dan Informasi Kesmas.

Kadinkes Provinsi Jabar, dr.Lucy, dan Direktur Promkes, Ditjen Kesmas, dr. Dedi Kuswenda (foto humas/fey)

Dikatakan oleh dr.Lucy, bahwa ‘hot- issue di Jawa Barat sekarang ini, sama seperti yang terjadi di beberapa provinsi lain yaitu terjangkitnya wabah demam berdarah yang biasanya mewarnai musim penghujan ini.

Direktur Kes.Keluarga, dr.Kartini dan Kabag Program Informasi, dr.Bambang yang turut hadir pada acara pertemuan itu (foto Humas/fey)

"Penyebab utama masih berjangkitnya kasus BDB ini adalah kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat yang saat ini masih kurang, tapi lucunya kenapa media televisi selalu mengekspos adegan penyemprotan “fogging”  ketika terjadi wabah DBD?" tanya dr. Lucy. Hal ini berakibat banyak masyarakat yang menyalahkan pemerintah karena disangka terlambat melakukan "fogging" jika terjadi DBD. Padahal, upaya untuk pencegahan demam berdarah adalah dengan memberantas jentik  dengan cara 3 M yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Kebiasaan-kebiasaan berperilaku sehat seperti ini yang harus dilakukan masyarakat. “Keberhasilan pencegahan demam berdarah, PSN harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di rumah, di sekolah, rumah sakit, dan tempat-tempat umum seperti tempat ibadah, makam, dan lain-lain. Dengan demikian masyarakat harus dapat mengubah perilaku hidup sehat terutama meningkatkan kebersihan lingkungan”, pungkas dr.Lucy –(fey)-