Membangun Sinergisme Program Melalui Workshop Pengembangan Lingkungan Kerja dan Ergonomi

Dipublikasikan Pada : Kamis, 18 Februari 2016, Dibaca : 948 Kali  

Jakarta, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga: Sejak diberlakukannya Organisasi Baru di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, pada Bulan Januari 2016, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga, Sub Direktorat Lingkungan Kerja, melakukan workshop Pengembangan Program Kesehatan Lingkungan Kerja dan Ergonomi. Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 16 Februari 2016, dibuka oleh Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga,  drg. Kartini Rustandi, M.Kes., dan  dihadiri oleh beberapa undangan dari organisasi profesi, diantaranya Presiden Ergonomi Indonesia, Ir. Yaserli, Ph.D.; ketua IIHA (Indonesia Industrial Hygiene Association) Dr. Ir. Sjahrul M. Nasir, MSc.HI;  kalangan akademisi dari  Universitas Udayana, Prof. Dr.dr. I Made Putu Sujana dan Tim; Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Fatma Lestasi, Ph.D.; Faskultas Kesehatan Masyarakat, Donny Hikmat Ramadhan, Ph.D dan Tim; serta lintas program dari Kementerian Kesehatan RI

ergonomi1

Dalam Workshop pengembangan Lingkungan Kerja dan Ergonomi, dilakukan pembahasan mengenai isu-isu strategis lingkungan kerja dan ergonomic di Indonesia serta bagaimana pengembangan program dalam lima tahun ke depan terkait isu-isu yang ada saat ini, dalam hal kebijakan, Regulasi, Pedoman, standar, Kajian, Pelatihan.

Salah satu hal yang dibahas dalam pengembangan lingkungan kerja depan,  perlu melakukan pemantauan parameter lingkungan kerja dari mulai penetapan Nilai Ambang Batas (NAB), Penyusunan Permenkes, Sosialisasi, advokasi, termasuk penyusunan roadmap perlindungan ergonomic,  sampai dengan pemantauan pelaksanaan setiap daerah atau kawasan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman dan nyaman yang akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas industri dan kesehatan pekerja sendiri.

presergonomi

Pelaksanaan workshop yang melibatkan berbagai lintas sector dan lintas program ini  akan memberikan arah kepada Kementerian Kesehatan terutama dalam hal penjabaran dari Tugas dan Fungsi Organisasi yang baru menuju pembangunan kualitas kesehatan manusia Indonesia. Selain itu dalam Workshop tersebut profesi, ahli hygiene indsustri dan ergonomic berkomitmen dengan senang hati mensupport pengembangan pengendalian lingkungan kerja dan perlindungan ergonomic sebagai langkah sinergisme bahwasannya pembangunan kesehatan khususnya kesehatan kerja bukan hanya tanggung jawab dan urusan pemerintah saja, melainkan berbagai unsur baik dari organisasi profesi, kalangan akademisi ataupun organisasi-organisasi lainnya yang konsen terhadap permasalahan kesehatan kerja di Indonesia melalui berbagai kajian dan pengembangan program kesehatan kerja ke depan dalam peranannya melakukan pembangunan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. (Subdit Lingkungan Kerja).