Rapat Kerja Kesehatan Nasional Regional Tengah

Dipublikasikan Pada : Sabtu, 21 Februari 2015, Dibaca : 1016 Kali  

Bali 15/2/2015 – Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) yang pertama pada era Kabinet Kerja Pimpinan Presiden Jokowi telah dilaksanakan pada tanggal 15 – 18 Februari 2015 di Sanur Bali.  Rakerkesnas ini dibagi menjadi 3 regional yaitu Regional Barat (Batam), Regional Tengah (Bali) dan Regional Timur (Makassar).

Rakerkesnas regional tengah yang saat ini diselenggarakan, mengundang Kepala Dinas Kesehatan dari 10 Provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogjakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara  Timur.

Tema yang diangkat adalah “ PEMBANGUNAN KESEHATAN DARI PINGGIR KETENGAH DALAM PEMANTAPAN PROGRAM INDONESIA SEHAT UNTUK MENINGKATKAN KWALITAS HIDUP MANUSIA INDONESIA".

Menteri Kesehatan RI. Dr. Nila Farid Moeloek, SPM(K) hadir membuka acara bersama Wakil Gubernur Provinsi Bali, Para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Perwakilan BPJS, Badan POM,dan lain-lain.

Wakil Gubernur Provinsi Bali Bapak Ketut Sudikerta memberikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta. Lebih lanjut Wagub menyampaikan bahwa Bali menempatkan kesehatan sebagai hal yang prioritas, baik melalui upaya Promotif,  Preventif dan Rehabilitatif.

Bali juga mempunyai program Bali Mandara yang pada hakikatnya adalah program pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, partisipatif, dan merata bagi seluruh masyarakat Bali yang tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Bali, sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.

Menkes dalam sambutannya menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Provinsi Bali berjumlah  20 ribu jiwa yang berada di bawah angka kemiskinan nasional.

Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN) Pemerintah Kabinet Kerja dengan semangat Nawacita, melaksanakan kebijakan Pembangunan Kesehatan dari Kuratif menjadi Promotif dan Prefentif, dan sasarannya Daerah Perbatasan dan Tertinggal.

Dalam Pembangunan Kesehatan selama 5 Tahun kedepan, capaian Kemenkes mengutamakan pembangunan berwawasan kesehatan dan akan menariknya lebih kehulu.

Untuk itu Pemerintah akan menguatkan akses layanan kesehatan Primer, melakukan optimalisasi  rujukan dan peningkatan mutu layanan kesehatan. Menteri Kesehatan akan melakukan pada 6.000 Puskesmas memenuhi standar pelayanan sesuai Permenkes dan terbentuknya 184 Rumah Sakit rujukan Regional dan 14 rumah sakit rujukan Nasional secara bertahap hingga tahun 2018.

Terkait JKN yang sudah menjangkau 133 juta jiwa, Menkes menghimbau prov/kab/kota untuk melakukan harmonisasi perencanaan program. Pemda juga harus mendorong masyarakat untuk menjadi peserta JKN.

Selain itu Human Development Index Indonesia (HDI) naik dari 178 ke 108 dan diperlukan adanya pelayanan kesehatan yg terstruktur dengan baik. Apakah itu pelayanan primer, sekunder dan tersier.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menjelaskan tentang Bantuan Operasional Kesehatan. Pada tahun 2015 ini pendistribusian alokasi dana BOK  berebda dengan tahun 2014. Alokasi dana terbagi dua yaitu alokasi dasar dan alokasi tambahan. Alokasi tambahan disesuaikan dengan permasalahan tertentu seperti AKI, AKB dan masalah gizi.

Semua kabupaten akan menerima jumlah alokasi dana sesuai dengan jumlah puskesmas, tetapi dinas kesehatan mempunyai wewenang untuk membagikan alokasi dana tersebut sesuai kebutuhan masing-masing Puskesmas. Ada ukuran kinerja dan ukuran manajerial yang mengharuskan dinas kesehatan kabupaten mengunjungi puskesmas untuk melakukan minilokakarya dan dinas kesehatan propinsi untuk mengunjungi dinas kesehatan kabupaten.

Rakerkesnas Regional Tengah tahun 2015 ini juga dilaksanakan Pameran Pembangunan Kesehatan yang diikuti ole semua unit kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan dan Propinsi-propinsi Regional Tengah. Direktorat Jendral Bina Gizi dan KIA juga berpartisipasi dalam Pameran ini yang mengusung tema tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  (Nurkhalida/Elyta)