KUNKER KE MENTAWAI

Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016, Dibaca : 1152 Kali  

20160222_144804-01

Bertempat di Hotel Mercure, Padang terselenggara Pertemuan Koordinasi Kesehatan Tingkat ProvinsiSumatera Barat pada Minggu, 21 Februari 2016 lalu dan dibuka secara langsung oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M. (K). Hadir juga bersama Menkes, Staf Ahli Desentralisasi Sriheni Susilowati, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Anung Sugihantono, M. Kes, Direktur Kesehatan Lingkungan dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO beserta seluruh jajarannya terkait dengan Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi binaan Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan di bawah pembinaan Direktorat Kesehatan Lingkungan. Dihadiri oleh 350 orang peserta yang berasal dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, dan organisasi profesi bidang kesehatan, pertemuan ini mengusung tema Percepatan Pembangunan Kesehatan di Provinsi Sumatera Barat.  

20160221_204155

20160221_205923

Dalam sambutannya, Menkes menyampaikan bahwa Program Indonesia Sehat bertujuan untuk mewujudkan Keluarga Sehat sebagai awal dari kesehatan masyarakat. Pembangunan Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Upaya yang dilaksanakan dalam mencapai tujuan tersebut diselenggarakan secara  berkesinambungan, baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun oleh swasta. Oleh karena itu, diharapkan melalui pertemuan ini, koordinasi mulai dari unit primer (Puskesmas), RS, Dinas Kesehatan hingga institusi/ lembaga lainnya terkait kesehatan baik pemerintah maupun swasta dapat ditingkatkan. Perbaikan infrastruktur juga akan menunjang akses pelayanan kesehatan seperti transportasi, ketersediaan listrik, air bersih dan sanitasi. Tidak ketinggalan pendidikan dan peningkatan pengetahuan masyarakat juga memiliki peran sangat besar. Di lain pihak dukungan anggaran dan regulasi Pemerintah Pusat dan Daerah serta konsistensi implementasi juga dibutuhkan. Pada kesempatan tersebut Menkes juga menegaskan kepada Para Kepala Puskesmas se-Provinsi Sumatera Barat bahwa dalam rangka percepatan pembangunan kesehatan,  Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan mempunyai peranan penting. “Saudara sebagai pimpinan dari fasilitas pelayanan kesehatan terdepan saat ini, mempunyai DUA “SAYAP” PUSKESMAS yaitu sebagai pelaksana Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) sekaligus juga Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dimana keduanya haruslah seimbang. Perlu dipahami bahwa UKP  dilakukan oleh Puskesmas & fasilitas kesehatan lainnya (dokter praktik, dll) sedangkan untuk UKM institusi Saudara-lah aktor utamanya dan menjadi  koordinator seluruh kegiatan UKM di wilayah Saudara”, ungkap beliau. Di akhir sambutannya, beliau meminta agar seluruh jajaran kesehatan di Provinsi Sumatera Barat senantiasa bekerja sungguh-sungguh melakukan perbuatan nyata di masyarakat. Hendaknya dimanapun rakyat berada senantiasa merasakan keberadaan jajaran kesehatan. “Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas adalah kunci sukses tercapainya semua target sasaran Pembangunan Kesehatan yang telah kita tetapkan”, ujar beliau.

20160222_063234

20160222_123432-01

Senin, 22 Februari 2016 esok harinya, agenda kunjungan kerja dilanjutkan dengan kunjungan ke Muara Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk menghadiri Pembukaan Pekan Kesehatan dan Pencanangan 7 Pesan SIKEREI. Menggunakan transportasi kapal cepat “Mentawai Fast”, rombongan menempuh waktu 3 jam untuk sampai di Muara Siberut yang merupakan pulau terbesar di Mentawai. SIKEREI, program yang akan dicanangkan saat itu mengadaptasi dari kebudayaan setempat. Sikerei adalah salah satu dari pranata adat yang memiliki peran antara lain sebagai ahli pengobatan oleh masyarakat dan dipercaya dapat memberikan kesembuhan berbagai penyakit dengan memberikan ramuan dan beberapa ritual pengobatan. Sosok Sikerei mempunyai kedudukan sentral dan status sosial yang tinggi di tengah-tengah masyarakat serta menjadi tokoh penting dalam pengobatan tradisional dengan cara meramu berbagai jenis tumbuhan yang tersedia di lingkungan.

20160222_111752-01

IMG_5782

Tujuan program adalah untuk mendukung peningkatan IPKM, karena Kabupaten Mentawai yang merupakan daerah endemis malaria ini memiliki peringkat IPKM di bawah rata-rata nasional yaitu berada pada peringkat 19 dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, atau peringkat 427 dari seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Pencanangan 7 Pesan SIKEREI ini, merupakan bentuk komitmen dan peran aktif pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk mendukung pembangunan kesehatan dengan peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat masyarakat melalui upaya promosi kesehatan. Berikut 7 Pesan SIKEREI Untuk Sehatkan Nusantara: 1. Stop buang Air besar sembarangan, 2. Istirahat yang cukup, 3. Konsumsilah garam beryodium, makanan yang beraneka ragam, sayur dan buah-buahan, 4. Enyahkan asap rokok dan kasus gizi buruk, 5. Rajinlah berolahraga secara teratur, jauhi narkoba dan hindari seks bebas, 6. Eliminasi penyakit kaki gajah dan penyakit malaria, serta obati sampai sembuh penyakit TB, 7. Ingatkan keluarga untuk: Menimbang balita di Posyandu setiap bulan, Pemberian ASI saja kepada bayi sampai umur enam bulan, Persalinan oleh tenaga kesehatan (AS/ AP)