Peringatan Hari Gizi Nasional ke-55 “Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”

Dipublikasikan Pada : Rabu, 25 Februari 2015, Dibaca : 1419 Kali  

Dirjen Bina Gizi dan KIA, dr Anung Sugihantono, MKes saat pembukaan Dirjen Bina Gizi dan KIA, dr Anung Sugihantono, MKes saat pembukaan

Jakarta (24/2) – Workshop dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-55 diselenggarakan di Balai Kartini Jakarta pada tanggal 23 Februari 2015 dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, dr Anung Sugihantono, MKes, Dirjen Perikanan dan Kelautan Saut Sinaga, MSc, Walikota Depok, Bupati Kupang, Direktur Bina Gizi, Direktur Bina Kesehatan Anak, Sekretaris Ditjen Bina Gizi dan KIA, organisasi profesi Gizi, pimpinan perguruan tinggi serta peserta dunia usaha.

Dirjen Perikanan dan

Kelautan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita harus melakukan berbagai cara, agar orang tidak menderita kecacingan setelah makan ikan. Sehingga harus ada pelarangan menggunakan bahan-bahan kimia. Selain itu telah ada Mou antara Kemenkes dan Kementerian Kelautan untuk Perbaikan Gizi Masyarakat dengan program Kampanye Makan ikan. Mengolah ikan dalam bentuk bermacam-macam seperti bakso dll yang dilakukan oleh Kowani, turut membantu adanya perbaikan gizi ini.

Pada acara pembukaan, dalam arahannya Dirjen Bina Gizi dan KIA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke 55 dan merupakan upaya bersama dalam mempercepat perbaikan gizi di Indonesia.

“Tidak cukup kita bicara prihatin dan inilah nasib kita, namun yang kita perlu adalah bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi,” kata dr Anung. Dan hal ini sudah dituangkan dalam rencana pembangunan 5 tahun, tambahnya.

Dr Anung juga menyampaikan bahwa kita mengenal 3 pilar pembangunan sehat yaitu Paradigma sehat, Pelayanan kesehatan dan Jaminan akan akses Pelayanan Kesehatan dgn pembiayaan yg ada. Dan bicara tentang Paradigma sehat, focus pertama yang dilihat adalah bagaimana menjaga yang sehat untuk tetap sehat.

Saat ini Indonesia mengalami masalah gizi yang cukup kompleks, karena berdasarkan Global Nutrition Report tahun 2014, Indonesia termasuk di dalam 17 negara diantara 117 negara yang mempunyai ketiga maslah gizi, yaitu stunting, wasting dan overweight. Kekurangan gizi pada awal kehidupan berdampak serius terhadap kualitas SDM di masa mendatang. “Karena itu ada hal-hal yang harus dilakukan sebagai upaya bersama anatara pemerintah dan masyarakat untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat,”kata dr Anung.

Dr Anung juga menambahkan bahwa saat ini sudah banyak kegiatan di luar sector kesehatan seperti fortifikasi pangan, ketahanan pangan dan gizi termasuk kampanye Gemarikan, Keluarga Berencana, Jaminan Kesehatan Nasional, Pendidikan Gizi Masyarakat dan lainnya, yang efeknya cukup besar terhadap daya ungkit percepatan perbaikan gizi.

Karena itu dengan keterlibatan dan dukungan dari pemangku kepentingan lain seperti mitra pembangunan, LSM, Perguruan Tinggi, organisasi profesi dan dunia usaha selain pemerintah akan mampu mempercepat penanganan gizi di Indonesia. (Humas GKIA)