STBM Perkotaan, Pasti Bisa !

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 18 Maret 2016, Dibaca : 1216 Kali  

Penyerahan sertifikat Stop Buang Air Besar Sembarangan Kepada Ketua RW 04 Semper Barat oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta

Sulit diraih, sulit dicapai, banyak tantangan yang harus dihadapi. Itulah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Perkotaan yang seolah-olah seperti mimpi. Tapi, jika kenyataan tak dimulai dengan sebuah mimpi, kita tak tahu apa yang ingin dicapai, jika sebuah mimpi tak ada action maka hanya akan jadi angan-angan. Gak ada yang gak mungkin, semua pasti bisa, semua pasti ada jalan. STBM seakan kurang terdengar gaungnya di perkotaan besar. Padahal di perkotaan besar juga banyak hal yang harus turut dibenahi, terutama dalam hal perubahan perilaku masyarakatnya. Masyarakat perkotaan merupakan ranah yang unik dengan karakteristik yang berbeda dari perdesaan. Jumlah penduduk yang tinggi, terbatasnya lahan, kesibukan warga mencari uang, pemerintah kota yang belum memprioritaskan penempatan STBM, rendahnya dukungan pihak swasta dan publik menjadi tantangan tersendiri dalam menerapkan pendekatan STBM perkotaan. Namun dengan segala problema yang ada, pada 16 Maret 2016 lalu, sebuah pemukiman kecil di Ibukota Besar seperti DKI Jakarta telah membuktikan diri bahwa masyarakatnya mampu dan mau untuk berperilaku stop buang air besar sembarangan. Masyarakat RW 04 Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara telah mengadakan acara deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Walikota Jakarta Utara, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Kepala Dinas Pertamanan dan Tata Kota DKI Jakarta. Deklarasi ini merupakan acara deklarasi pertama yang diselenggarakan di DKI Jakarta. Acara ini juga didukung oleh mitra pendamping STBM di wilayah Semper Barat yaitu Wahana Visi Indonesia. "Ini komitmen kita semua untuk betul-betul melaksanakan deklarasi itu untuk tidak BAB disembarang tempat. Yang mengontrol bapak ibu, yang melaksanakan bapak ibu dan untuk kepentingan bapak ibu. jika sanitasi di permukiman warga buruk, akan bisa sangat merugikan. Jika menimbulkan penyakit, akan ada biaya yang dikeluarkan warga," ujar Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta. Direktur Kesehatan Lingkungan dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO mengatakan, “jika memang pencapaian SBS belum bisa mencapai tingkat kelurahan, maka mulailah dengan komunitas terkecil, jika terus menunggu sulit untuk memulai”. RW 04 Semper Barat merupakan sebuah pemukiman yang terbilang baik dalam sanitasi, karena daerah ini masyarakatnya begitu peduli akan kebersihan lingkungannya. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya lagi warganya yang berperilaku buang air besar sembarangan. Daerah ini masing-masing rumah sudah dilengkapi dengan jamban sehat sederhana baik dengan septick tank pribadi maupun dengan mengakses septicktank komunal. Selain itu, di RW 04 ini sudah berdiri sebuah Bank Sampah. Warga RW 04 dapat terbantu mandiri dengan adanya bank sampah ini, masyarakat dapat menabung dari sampah yang dia setorkan kepada pengelola, bahkan bisa membayar listrik dari penukaran sampah yang sudah dia setorkan. Dalam kesempatan itu, pihak Kementerian Kesehatan memberikan bantuan berupa satu unit gerobak motor. Dengan bantuan ini diharapkan pengelolaan sampah di RW 04 akan lebih berkembang. Semoga ‘virus STBM’ ini akan cepat menular kepada RW-RW lainnya, bukan hanya di Cilincing, bukan hanya di Jakarta Utara tapi di seluruh DKI Jakarta bahkan di seluruh wilayah perkotaan di Indonesia. (AH/KM)

Penyerahan secara simbolis bantuan gerobak motor sampah dari Kementerian Kesehatan oleh Direktur Kesehatan Lingkungan kepada Ketua RW 04