HASIL INVESTIGASI PERMASALAHAN KESEHATAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN PT. DOVER CHEMICAL CILEGON

Dipublikasikan Pada : Senin, 06 Februari 2017, Dibaca : 208 Kali  

 

PT DOVER CHEMICAL CILEGON ketika terjadi ledakan

Rabu, 4 Januari 2017 terlayangsurat dari warga Cilegon yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Provinsi Banten yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia perihal Penegakan Hukum Lingkungan atas kegiatan perluasan/ekspansi Plan B PT. Dover Chemical. Pada surat berisi aduan tentang kegiatan PT. Dover Chemical  yang telah mengakibatkan;

1)  Kejadian  pipa meledak pada 18 Januari 2016

2)  Kejadian klep pipa bocor pada 10 Februari 2016

3)  Kejadian ledakan besar di dalam PT. Dover Chemical Depot A yang mengakibatkan adanya korban luka dan korban jiwa (meninggal).

 

Keluhan warga di sekitar perusahaan adalah :

1) Tidak adanya komunikasi dengan warga terkait kegiatan PT Dover Chemical

2) Keberatan warga terhadap keberadaan PT. Dover Chemical yang melakukan perluasan usaha/ perluasan lahan yang tidak diperhatikan

3) Pembuangan limbah PT. Dover Chemical ke sungai/kali

 

Dengan adanya laporan keluhan warga Cilegon ini, atas disposisi Bapak Direktur Kesehatan Lingkungan dibuat telaah yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan,  dan selanjutnya dilakukan pemantauan/investigasi oleh Tim  Direktorat Kesehatan Lingkungan - Ditjen Kesehatan Masyarakat bersama BBTKL PP Jakarta dan Dinas Kesehatan Kota Cilegon ke lokasi (PT. Dover Chemical dan lingkungan setempat)pada 2-3 Februari 2017 untuk melihat dan mendapatkan informasi secara langsung kondisi kualitas lingkungan dalam aspek kesehatan masyarakat yang ada berdasarkan standar baku mutu dan persyaratan kesehatan lingkungan akibat beroperasinya PT.  Dover Chemical.

 

 

Tim Investigasi

 

Temuan lapangan Tim Investigasi yang beranggotakan dari Direktorat Kesling (2 orang), BBTKL Jakarta (1 orang), Dinkes Kota Cilegon (1 orang), BLH Kota Cilegon (1 orang), adalah :

  1. Insiden pipa meledak di PT. DC yang menyebabkan korban jiwa adalah fakta yang terjadi tahun 2016 dan telah mendapat penanganan berbagai pihak.
  2. Anggapan bahwa PT. DC tidak memiliki dokumen lingkungan tidak sepenuhnya benar. PT. DC memiliki dokumen lingkungan untuk depot A dan revisi final UKL-UPL (tahun 2016) untuk Perubahan Tata Letak Rencana Perluasan Kegiatan Industri dan Jasa Penyewaan Tangki Depot B sudah disidangkan namun revisi finalnya masih belum selesai, akan tetapi izin lingkungan dan rekomendasi UKL-UPL sudah terbit.
  3. Berkaitan dengan dokumen lingkungan tidak terdapat arahan pengelolaan dan pemantauan dampak kesehatan masyarakat
  4. Kolam / kobakan yang dilaporkan masyarakat dibangun PT. DC untuk menampung limbah atau limpasan air dari jalan dan lingkungan sekitar depot B, untuk selanjutnya (bila sudah penuh) akan dialirkan lagi menggunakan pompa ke selokan / kali di luar areal depot B. Kolam / kobakan tersebut bukanlah IPAL atau penampung limbah dari depot B., karena pabrik untuk produksi paraformaldehide dan formaldehyde belum beroperasi.
  5. Secara visual (tanpa alat bantu) jarak antara tanah pada lahan depot B dengan SUTT/SUTET > 5 meter.

 

Kolam / Kobakan Penampung Limpasan Air di areal depot B

 

Jarak antara tanah pada areal depot B dengan SUTT/SUTET

 

Areal Depot B dalam proses konstruksi

 

Sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan adalah:

  1. Memberikan feedback ke Pemerintah Daerah yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup.
  2. PT. DC diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi tentang kegiatan perusahaan ke masyarakat serta proaktif melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.
  3. PT. DC disarankan untuk menanami tanaman pelindung yang bisa berfungsi sebagai penyerap polutan. Jenis dan jumlah tanaman bisa mengacu pada literatur yang ada atau dapat berkonsultasi ke Dinas Lingkungan Hidup ataupun kalangan akademis
  4. PT. DC mengarahkan CSR pada program-program kesehatan yang lebih variatif (seperti membantu pendanaan pemicuan, pelatihan kader kesehatan, dan kegiatan-kegiatan inovatif lainnya).
  5. Untuk melengkapi data lebih lanjut, perlu dilakukan pengukuran kualitas lingkungan meliputi:
  • Pengukuran kualitas air badan air (2 titik) pada upstream dan downstream outlet kolam/kobakan di depot B PT. DC.
  • Pengukuran kualitas udara ambien (2 titik) yaitu pada  lokasi areal parkir depot B PT. DC dan lokasi pemukiman lingkungan sumurwuluh RW 03, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Parameter pengukuran sesuai PP No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
  • Pengukuran kualitas udara dalam ruang rumah (5 titik) yaitu di 5 rumah lokasi pemukiman lingkungan sumurwuluh RW 03, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Parameter pengukuran sesuai Permenkes No. 1077 tentang Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah untuk parameter debu, gas, dan formaldehida (bila memungkinkan).

 (DM)