Menteri Kesehatan RI Membuka Rakerkesnas Regional Barat 2014 Di Jakarta

Dipublikasikan Pada : Rabu, 02 April 2014, Dibaca : 1425 Kali  

Jakarta-April 2014

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2014 juga dilaksanakan di tiga wilayah berbeda. Jakarta menjadi ‘pelabuhan terakhir dari rangkaian  Rakerkesnas 2014 yang telah dimulai di Bali untuk Regional Tengah pada tanggal 16-19 Maret 2014, kemudian disusul di Manado pada tanggal 23-16 Maret 2014 untuk Regional Timur dan di Jakarta untuk Regional Barat yang akan berlangsung dari tanggal 31 Maret sampai 3 April 2014. Wilayah Regional Barat terdiri dari 13 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,  Riau, Kep.Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

 

menkes

Pembukaan Rakerkesnas Regional Barat 2014 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara Jakarta, diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Tarian Selamat Datang. Acara rakerkesnas regional barat 2014 ini masih mengusung tema yang sama dengan Rakerkesnas regional tengah dan timur  yaitu “Pemantapan Pembangunan Kesehatan Menuju Masyarakat Sehat, Mandiri, dan Berkeadilan”. Pada acara pembukaan selain dihadiri oleh Menkes, Wamenkes, Kepala BKKBN, Kepala Badan POM, perwakilan organisasi profesi, para pejabat eselon satu dan dua Kementerian Kesehatan, para kepala dinas provinsi, kabupaten /kota dari wilayah regional barat, juga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dikenal dengan sapaan Ahok, turut hadir dalam acara pembukaan itu.

 

Wakil gubernur DKI Jakarta menyambut baik Rekerkesnas yang memilih Jakarta sebagai tempat pelaksanaan, selain itu, dalam kata sambutannya, Wagub  merasa bersyukur dan bangga dengan adanya pelaksanaan JBPS karena diyakini dengan adanya program ini akan siap menghadapi AFTA 2015 mendatang.

 

Pada kesempatan acara pembukaan ini, disampaikan pengharagaan kepada daerah dalam  penyerapan realisasi dana APBN tertinggi tahun 2013, penghargaan pertama jatuh pada  provinsi Sulawesi utara (97,4%), kedua provinsi Jambi (96,5%) disusul dengan yang ketiga provinsi Sulawesi Tenggara (95,3). Sementara penyerapan untuk Dana Tugas Pembantuan tertinggi tahun 2013, pengharagaan pertama disampaikan kepada provinsi DKI Jakarta (98,99%), kedua Sulawesi Barat (98,19%) dan yang ketiga Sulawesi Tengah (98,13%).

Selain itu turut dicanangkan pula Studi Diet Total 2014 dan E-watch Alkes atau sistem pengawasan alat kesehatan secara nasional yang dibangun oleh Kementerian Kesehatan RI.

Studi Diet Total 2014 merupakan penelitian kesehatan masyarakat yang akan dilakukan dalam 2 tahap di 34 Provinsi. Studi ini dilakukan untuk menentukan tingkat keterpaparan  zat kimia  berbahaya dalam makanan penduduk, dengan cara menganalisa makanan melalui analisis cemaran kimia makanan (ACKM) yang merupakan representatif diet masyarakat Indonesia. E-Watch Alkes merupakan inovasi yang bermanfaat guna mewujudkan alat kesehatan yang aman, bermutu, bermanfaat, tepat guna dan terjangkau.

Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, dalam sambutannya

bidakara2

selain menyampaikan arahan tentang sistematika dalam sidang komisi yang akan dilakukan oleh seluruh peserta pada Rakerkesnas juga mengumumankan bahwa Indonesia telah mendapat sertifikat ‘Award dari WHO karena telah dinyatakan  bebas dari penyakit folio. “Penyakit folio adalah penyakit kedua setelah cacar, yang pada tahun 1974 Indonesia telah dinyatakan bebas dari penyakit ini” ujar Menkes.

Menteri Kesehatan  menyampaikan untaian pantun sebagai penutup kata sambutannya :

“Logam emas di puncak monas, memperindah kota membangun citra,

Segenap peserta Rakerkesnas, selamat datang di Bidakara.

Di Jakarta letak kecamatan Senen, tempat berbisnis semua elemen

Capai MDGs, sukseskan JKN, dan siapkan RPJMN…”

Pada penyelenggaraan Rakerkesnas Regional Barat 2014 ini, digelar pula pameran pembangunan kesehatan,  Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA turut ambil bagian dalam pagelaran pameran ini dengan menempati stand paling ujung di deretan stand lainya yang terdiri dari peserta unit utama pusat, BPJS, dan dari dinas kesehatan daerah.

Penulis : ferry