Cegah Stunting, Presiden Giatkan Makanan Tambahan Lokal

Dipublikasikan Pada : Senin, 09 April 2018, Dibaca : 54 Kali  

Presiden dan Menkes Memberikan Makanan Tambahan berupa Telur

SUKABUMI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meninjau kegiatan sosialisasi cegah stunting atau gizi buruk di Puskesmas Bantar Gadung, di Desa Bantar Gadung, Kecamatan Bantar Gadung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4) pagi.

 

Acara ini dihadiri warga yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, kader Posyandu serta remaja puteri.

 

Presiden menegaskan, bahwa pemerintah ingin menggerakkan secara besar-besaran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) melalui pelayanan 5 meja Posyandu yang ada di daerah-daerah dan bahkan mengoptimalkan kampanye, baik timbang anak, kampanye masalah gizi, dan juga yang berkaitan dengan kesehatan bayi.

 

“Pelayanan 5 Meja Posyandu”, terdiri dari: meja pendaftaran; meja penimbangan dan pengukuran tinggi/panjang badan; meja pencatatan hasil; meja penyuluhan dan pelayanan gizi bagi Balita, ibu hamil dan ibu menyusui, serta meja pelayanan kesehatan (pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat cacing).

 

“Pemberian makanan tambahan, seperti kacang hijau, telur, ikan, susu, serta sayur dan buah agar diberikan kepada anak –anak, semuanya bisa di dapat dari makanan lokal,” ajak Presiden kepada ibu-ibu yang ada di desa Bantar Gadung.

 

Kegiatan Posyandu melalui kader Tim PKK harus terus di giatkan khususnya dalam rangka memberikan edukasi serta mendukung pemberian gizi untuk anak-anak. Diharapkan secara rutin paling tidak sebulan dua kali anak-anak ditimbang agar ketahuan kenaikan berat badannya, gizinya sehingga nantinya bisa tahu apakah anak kita stunting atau tidak.

 

Selai itu Presiden juga berpesan kepada ibu-ibu hamil dan yang mempunyai anak sampai 2 tahun agar terus memberikan ASI Eklusif, karena itulah periode emas tumbuh perkembangan otak hingga nantinya anak-anak kita tidak stunting.

 

Program pemberian makanan tambahan dalam bentuk makanan lokal ini menjadi salah satu kegitan dari program padat karya tunai untuk kesehatan.(bgs)