Jangan ‘Sembunyikan Dana BOK

Dipublikasikan Pada : Kamis, 16 April 2015, Dibaca : 1348 Kali  
 
Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, dr.Anung Sugiantono, M.Kes

Manado—Di sela sambutannya membuka acara sosialisasi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) regional Timur pada Selasa malam (14/4) lalu, Dirjen Bina Gizi dan KIA, dr Anung Sugihantono, M.Kes, mengulang kembali tentang transparansi penggunaan dana BOK di Puskesmas.

“Semestinya memasang pengumuman pemanfaatan Dana BOK itu di tempat yang banyak di lalui orang, jangan di tempat-tempat yang sulit dibaca”, ujar dr.Anung, menyinggung adanya lembar-lembar pengumuman pemanfaatan dana BOK yang terkesan sengaja dipasang di tempat yang sulit dijangkau mata.

Memang sudah betul dan transparan, sudah di pasang untuk dibaca, tapi coba siapa yang dapat membacanya jika tulisannya dibuat kecil-kecil dan dipasang di tembok paling atas yang terkesan sengaja ‘disembunyikan', ungkapnya.

Ia mengatakan, seharusnya di pasang di papan pengumuman atau mading yang tentunya semua orang yang lalu lalang dapat membacanya.

Peserta sosialisasi Dana BOK Regional Timur Peserta sosialisasi Dana BOK Regional Timur

Pertemuan sosialisasi dan evaluasi Dana BOK regional Timur berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula Menado itu, diikuti oleh para penanggung jawab BOK dari 15 provinsi dan 197 kabupaten/kota, dengan tujuan untuk mengumpulkan laporan sebagai gambaran pelaksanaan tahun lalu serta mensosialisasikan kebijakan program prioritas nasional tahun 2015 yang dapat dibiayai melalui dana BOK.

Bantuan dana BOK mulai dapat dipergunakan pada 1 April 2015 sampai dengan 31 Desember 2015 sesuai surat edaran Dirjen No HK. 03.03/BI. 2/2332/2015.

Tahun 2015 ini ada keterlambatan DIPA pada proses pembahasan, sehingga kegiatan BOK baru dapat dilaksanakan mulai 1 April 2015. Berkaitan keluarnya peraturan baru, kata dr. Anung, nomenklatur yang lama harus menyesuaikan dengan nomenklatur yang baru.

Setelah mendapatkan alokasi dana per puskesmas bukan berarti dana dapat dibagi sama persis untuk setiap puskesmas. Bisa saja puskesmas kota mendapatkan lebih sedikit dibandingkan dengan puskesmas di pedesaan. Kepala Dinas Kesehatan mempunyai hak untuk menentukan pembagian besar kecilnya dana BOK tersebut, tambah  dr.Anung.

@fey-