Pengembangan Taman Wisata Kesehatan Jamu (WKJ)

Dipublikasikan Pada : Kamis, 17 April 2014, Dibaca : 2454 Kali  

Lokasi wisata Kalibakung pada awalnya berupa kolam renang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, beberapa tahun terakhir terlantar dan tidak berfungsi. Bupati Tegal berinisiatif mengembangkan dan membuka kembali. Keinginan bupati tersebut di respon oleh Kepala Dinas Kesehatan untuk menjadikan tempat tersebut sebagai Taman Wisata Kesehatan Jamu.

Taman Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) bertujuan untuk mengangkat Kesehatan Tradisional khususnya Jamu sebagai potensi dalam menyehatkan masyarakat dan meningkatkan PAD kabupaten Tegal.

Pemerintah Kabupaten dengan didukung oleh Kementerian Kesehatan yang dimotori oleh Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak up.Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Alternatif dan Komplementer, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Balitbangkes up. Balai Besar Pusat Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu membuat perencanaan 2012-2015 untuk mengembangkan kawasan wisata ini.

Saat ini Kegiatan dilokasi WKJ sudah berjalan. Taman Tanaman obat/Herbal dengan jenis tanaman kurang lebih terdapat 280 jenis tanaman yang diberi label nama dan manfaat terhampar luas serta tertata baik dikawasan ini. Pembinaan tenaga kesehatan di WKJ oleh Kementerian Kesehatan dalam hal ini Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Alternatif dan Komplementer juga Telah dilakukan seperti pelatihan TOT Akupressur dan Akupunktur serta Saintifikasi Jamu oleh B2P2TOOT.

Pelayanan kesehatan tradisional yang sudah berjalan adalah klinik Saintifikasi Jamu yang di layani oleh 5 dokter, 3 apoteker, 1 asisten apoteker, bebrapa perawat dan staf administrasi. Selain klinik saintifikasi jamu juga terdapat pelayanan kesehatan tradisional lainnya seperti akupunktur dan akupressur, Jumlah kunjungan pasien rata-rata sudah mencapai diatas 20 orang/hari yang datang dari berbagai daerah termasuk dari luar Kabupaten Tegal. Disamping itu Taman ini menjadi tempat kunjungan bagi siswa praktik belajar, Pramuka, PKK dan masyarakat yang dipandu oleh petugas kesehatan.

Pembangunan WKJ membutuhkan waktu 4 tahun, dimulai tahun 2012 - 2015 dengan pembiayaan dari APBD dan dukungan APBN. Pada tahun 2015 seluruh kegiatan pelayanan kesehatan Tradisional dan Spa akan pindah ke Gedung baru 2 lantai tersebut, sedangkan gedung lama didepan akan menjadi Musium Kesehatan Tradisional.

Potensi WKJ Dapat dijadikan contoh pengembangan kesehatan tradisional khususnya jamu dan Spa, dengan pertimbangan :

  1. Klinik Jamu telah beroperasi dengan

    kunjungan rata-rata 20 orang/hari sebagai media sosialisasi program kesehatan tradisional dan wisata bagi anak sekolah.

  2. Unit pelayanan/Klinik Kesehatan Tradisional (termasuk Saintifikasi jamu) dapat dikembangkan lebih luas untuk :
  • Calon Haji dan Umrah, berupa pelatihan asuhan mandiri /selfcare kesehatan tradisional dibidang akupressur dan ramuan sebagai bagian dari kegiatan manasik haji.
  • Pramuka dan PMR berupa Pelatihan Krida Bina Obat dengan Syarat Kecakapan khusus (SKK) Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
  • PKK dan Karang Taruna berupa Pengenalan dan peningkatan keterampilan dalam Pemberdayaan masyarakat untuk Pemanfaatan TOGA.
  • Taman Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung Kabupaten Tegal sangat potensial dikembangkan menjadi contoh untuk meningkatkan pengertian masyarakat tentang pemanfaatan Tanaman Obat, meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus meningkatkan produktifitas serta kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, WKJ memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), karena tempat wisata kesehatan ini telah mendapat kunjungan studi banding dari Pemdan Kota Samarinda, Pemda Kabupaten Kendal dan Pemdan Kabupaten Purworejo untuk peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat melalui wisata kesehatan.

Pengembangan WKJ ini dilakukan secara terpadu antar SKPD LS/L di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal karena dalam satu area itu ada Kolam Renang dan Penginapan dioperasikan Dinas Pariwisata, Resevoir air Dinas PU, Gedung Pembibitan oleh Dinas Pertanian, Arena Pembinaan Atlit oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, dll.