@selamatkanibu : “Kicauan” Peduli Kesehatan Ibu di Media Sosial

Dipublikasikan Pada : Selasa, 22 April 2014, Dibaca : 1647 Kali  

TWEET SELAMATKAN IBU

Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, saat ini akses masyarakat untuk mendapatkan segala bentuk informasi juga semakin mudah. Teknologi informasi berbasis internet telah berkembang pesat di Indonesia, produk berbasis internet yang paling di gemari saat ini adalah situs jejaring social berupa facebook dan twitter. Seperti diketahui, menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) menunjukkan angka 359 per 100.000 kelahiran hidup. Dengan kata lain, sekitar 1 ibu meninggal setiap 30 menitdi Indonesia akibat komplikasi persalinan. Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Develoment Goals/MDG’s 2000) pada tahun 2015, diharapkan AngkaKematian Ibu menurun menjadi 102/100.000 kelahiran hidup. Untuk menurunkan AKI perlu peran aktif berbagai pihak, bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat. Semua orang dapat melakukan sesuatu untuk menyelamatkan ibu dan dapat mengambil peran, sekecil apapun itu, dalam membuat kualitas hidup yang lebih baik bagi ibu hamil. Berlatar belakang peduli terhadap AKI dan status kesehatan ibu hamil, pada tanggal 1 Juni tahun 2010 sekelompok generasi muda peduli kesehatan ibu me-launching akun twitter yang bernama @selamatkanibu. Sejak launch pada tahun 2010, akun twitter tersebut telah menjadi portal informasi dan konsultasi bagi ibu-ibu Indonesia, selain informasi dasar yang dibutuhkan ibu hamil dan persiapan persalinan. Edukasi berangkat dari twitter karena dirasa itu yang paling mudah dan berkembang menjadi jejaring komunitas agar bisa menyentuh grass root. Akun yang dijalankan oleh 10 orang anggota ini juga banyak mengkampanyekan 3 penyebab utama kematian ibu hamil, yaitu perdarahan, eklampsia dan infeksi. Pengelolaan akun tersebut dilakukan secara admin bergilir dengan topik dan jam terjadwal, seperti program Kultwit #SabtuIbu dan diskusi #RabuIbu. Dalam pergerakannya, @selamatkan ibu memiliki tujuan jangka panjang, menengah dan pendek. Tujuan jangka panjang diantaranya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil di Indonesia. Meningkatkan kesadaran masyarakat & partisipasi masyarakat terhadap penyebab kematian ibu serta pencegahannya Mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan perempuan, khususnya kesehatan ibu. Hal ini kemudian diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian ibu sesuai target MDGs, s/d 107/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Tujuan jangka menengah :  setiap tanggal 22 Desember, merancang sebuah acara besar memperingati Hari Ibu Nasional, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menurunkan angka kematian ibu. Dalam momentum Peringatan Hari Ibu tersebut dirayakan dengan mengisi acara-acara yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap ibu berhak atas proses kehamilan dan persalinan yang aman. Terakhir, tujuan jangka pendek yaitu setiap bulan melakukan program edukasi ke masyarakat, baik on air maupun off air. Pada acara on air tanggal 22 setiap bulannya, akan mengadakan kampanye melalui twitter dengan menge-tweet-kan slogan, #selamatkanIbu, Selamatkan Bangsa!. Tweet ber-hashtag #selamatkanibu ini dilakukan pada pukul 14.00 WIB secara serentak. Sedangkan acara off-air berupa penyuluhan, seminar ataupun workshop yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang kesehatn ibu hamil sehingga dapat berguna untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia. Semoga dengan bermunculan-nya berbagai pionir gerakan sosial peduli kesehatan seperti ini, dapat memaksimalkan pemanfaatan sisi positif dari media sosial yang turut mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan AKI di Indonesia. *Selain akun twitter, “selamatkan ibu” dapat diakses di http://www.selamatkanibu.org