Orientasi Teknis Kesehatan Keluarga Tahun 2019

Dipublikasikan Pada : Kamis, 25 April 2019, Dibaca : 459 Kali  

Jakarta - Salah satu acuan bagi arah kebijakan Kementerian Kesehatan adalah penerapan pendekatan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan (continuum of care). Hal ini berarti bahwa pelayanan kesehatan harus dilakukan terhadap seluruh tahapan siklus hidup manusia (life cycle), sejak masih dalam kandungan, sampai lahir menjadi bayi, tumbuh menjadi anak balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa muda (usia produktif), dan akhirnya menjadi dewasa tua (usia lanjut). Untuk dapat melaksanakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan terhadap seluruh tahapan siklus hidup manusia, maka fokus pelayanan kesehatan harus pada keluarga. Individu-individu harus dilihat sebagai bagian dari keluarganya dalam pemberian pelayanan kesehatan.

 

Mengapa diterapkan konsep pendekatan siklus hidup dalam upaya kesehatan keluarga? Karena status kesehatan seseorang ditentukan oleh status kesehatan pada tahap kesehatan sebelumnya. Upaya kesehatan yang dilakukan pada suatu tahap kehidupan akan mempengaruhi status kesehatan pada tahap kehidupan berikutnya bahkan hingga generasi selanjutnya.

 

Direktorat Kesehatan Keluarga menyelenggarakan Orientasi Teknis Kesehatanan keluarga bagi petugas Dinas Kesehatan Provinsi di Jakarta pada tanggal 24-27 April 2019 agar setiap petugas khususnya yang mempunyai tanggugjawab kesehatan keluarga paham dan memahami tugas, fungsi dan peranan dari kesehatan keluarga. 

Dalam kesepatan itu juga diberikan penghargaan kepada provinsi Bali sebagai provinsi dgn inovasi penurunan AKI dan capaian program Kesehatan Keluarga terbaik Tahun 2018. (bgs)