PROGRAM 100-0-100

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 29 April 2016, Dibaca : 1387 Kali  

53f6c561dfd12201408223153

Pada RPJMN 2015-2019, terdapat sebuah target besar yang harus dicapai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Bersama Kementerian Kesehatan dan pemda setempat, Kemenpupera akan melakukan Program Prakarsa Permukiman 100-0-100. Program Prakarsa Permukiman 100-0-100 ini dalam rangkamencapai 100 persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh 0 persen, dan 100 persen akses sanitasi untuk masyarakat Indonesia, salah satunya warga Jakarta.

Dalam penanganan kawasan kumuh di Jakarta melalui program 100-0-100, Kempupera bersama Pemprov DKI Jakarta akan menjalankan dua langkah, yaitu pencegahan terhadap kemungkinan kumuh kembali dan peningkatan kualitas permukiman kumuh menjadi kawasan yang lebih baik, manusiawi dan layak huni. Kedua langkah ini harus berjalan berbarengan.  Langkah pencegahan berkaitan dengan ketentuan-ketentuan yang menjadi pengendali agar kawasan kumuh tidak menjadi kumuh kembali, seperti aturan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Peraturan Daerah (Perda) Penataan Kawasan dan peraturan lainnya yang dikeluarkan Pemprov DKI.

Kemudian, dalam langkah peningkatan kualitas, ada tiga hal yang akan dilakukan. Pertama, melakukan perbaikan atau pemugaran kembali terhadap kawasan yang tidak terlalu kumuh atau tidak terlalu padat penduduknya. Kedua, melakukan pengurangan kepadatan penduduk dan penataan bangunan terhadap kawasan kumuh. Ketiga, melakukan peremajaan atau permukiman kembali pada kawasan yang sangat kumuh dan terlalu padat penduduknya.

Hal ketiga ini, yang salah satunya dilakukan di Kampung Pulo. Itu menjadi bagian dari penanganan dari peremajaan atau permukiman kembali. Warga Kampung Pulo dikembalikan ke Rusun Jatinegara Barat. Hal itersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sungai dengan tujuan mengurangi banjir yang sering terjadi di kawasan itu.

Diyakini program ini tidak akan menjadikan lagi permukiman kumuh yang sudah ditata menjadi kumuh lagi. Memang tidak mudah menjalankan program tersebut namun dengan pengawalan terhadap perencanaan, seperti pada Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) di Kawasan Strategis Nasional (KSN), pengkoordinasian dan pemfasilitasian keterpaduan program, penggalian potensi sumber pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR), pembangunan image yang baik dengan publikasi, pelaksanaan administrasi keuangan dan pegelolaan aset Barang Milik negara (BMN) dengan baik, diharapkan apa yang menjadi target program dapat tercapai. (AS)