Ajakan Germas Digaungkan Pada Seminar Hari Buruh Di Kemenkes

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 04 May 2018, Dibaca : 242 Kali  

 

Plt.Dirjen Kesmas, Dr.Pattiselano Robert Johan, MARSketika memberikan sambutan pada seinar hari Buruh di kemenkes, kamis (3/5/2018).

Jakarta— Bila pekerja perempuan sehat diharapkan keluarga dan masyarakat menjadi sehat. Begitu pula sebaliknya, bila pekerja perempuan sakit akan berdampak buruk pada unit kerja dan keluarganya yang tentu bukan menjadi harapan kita semua. Hal ini disampaikan Plt.Dirjen Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dr.Pattiselano Roberth Johan, MARS, ketika membuka acara seminar dalam rangka Hari Buruh Nasional, di aula siwabessy, gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (3/5/2018) kemarin.

 

Untuk itu, lanjut Dirjen,  mari kita bersama-sama ciptakan kesehatan yang dimulai dengan melaksanakan gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

 

“Germas bisa kita lakukan dengan memperbanyak makan buah dan sayur, beraktivitas fisik minimal 30 menit sehari, serta melakukan kesehatan secara berkala”, ujar Dirjen.

 

Lebih jauh ia sampaikan, 261 juta populasi penduduk Indonesia, 114 juta adalah pekerja dimana jumlah pekerja laki-laki 71,7 juta dan jumlah pekerja perempuan sekitar 46,3 juta pekerja perempuan.

 

“Jumlah data pekerja yang kami dapatkan dari BPJS tahun 2017 itu, menunjukkan bahwa pekerja perempuan hampir mencapai 40 persen pekerja”, ungkapnya.

 

Sementara itu, ujarnya lagi, pekerja perempuan berperan sebagai subjek dan objek pembangunan kesehatan. Sebagai subjek pembangunan kesehatan, berarti pekerja perempuan bisa jadi penentu alokasi pangan, budaya konsumsi keluarga, pendidik, perawat, dan pemelihara di dalam keluarga.

 

Pekerja perempuan berperan sebagai objek pembangunan kesehatan, artinya selain  rentan mengalami eksplotasi, rentan pula terpapar bahaya di tempat kerja. Oleh karena itu, lanjut Dirjen, pekerja perempuan memerlukan pengawalan dan perlindungan khusus di bidang kesehatan karena pekerja yang sehat merupakan modal pembangunan nasional.

 

“Tanpa kesehatan yang baik pekerja kita tidak akan mampu bersaing di era globalisasi saat ini”, pungkas Dirjen.

 

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahrga, drg.Kartini Rustandi, M.Kes, ketika menyampaikan laporan penyelenggaraan seminar

 

Di bagian lain, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahrga, drg.Kartini Rustandi, M.Kes, ketika menyampaikan laporan penyelenggaraan seminar, menyampaikan, bahwa tema seminar menitikberatkan kepada pekerja perempuan karena hampir separuh dari jumlah pekerja perempuan yang merupakan salah satu sasaran strategis pembangunan kesehatan. Salah satu upaya Kementerian Kesehatan adalah dengan melakukan berbagai upaya diantaranya dengan peningkatan pengetahuan melalui seminar ini.

 

“Materi seminar berisi pengetahuan pekerja perempuan tentang gizi, kebugaran dan motivasi sehat bagi pekerja”, paparnya.

 

Nampak Kasubdit Kapasitas Kerja,dr.Rusmiyati, MQIH, saat menjadi moderator dalam seminar hari Buruh Nasional, pada Rabu (3/5/2018). Lalu.

 

Seminar yang dihadiri lebih dari 300 peserta itu, terdiri dar unsur mayarakat, pekerja perempuan dari Jabodetabek, dunia usaha, serikat buruh, dan organisasi profesi, serta lintas sektor lainnya.-(fey)-