Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan ke Provinsi Sulawesi Utara

Dipublikasikan Pada : Senin, 04 May 2015, Dibaca : 1385 Kali   Acara pembukaan rapat Kerja Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Acara pembukaan rapat Kerja Kesehatan Propinsi Sulawesi UtaraSelaku pembina wilayah, Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, dr. Anung Sugihantono, M.Kes. mendampingi Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek SpM(K) dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 27 – 28 April 2015 lalu. Kegiatan ini juga merupakan langkah lanjutan dari hasil Rapat Kerja Kesehatan Nasional yang telah digelar di tiga regional pada awal tahun 2015 yang mengusung tema Pembangunan Kesehatan dari Pinggir ke Tengah dimana target penguatan pelayanan kesehatan tingkat primer terutama ditujukan pada pembangunan baru dan peningkatan puskesmas di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Di hari pertama, dr. Anung mewakili Menkes meninjau Posyandu Cerdas dan PAUD Musafir, Kecamatan Malalayang. Pada kesempatan ini, Dr. Anung berkeliling menemui para kader dan anak-anak yang sedang ditimbang, dan tak lupa menekankan kembali pentingnya penggunaan buku KIA yang nantinya akan menjadi syarat anak masuk sekolah. Anak-anak yang sedang belajar di PAUD pun berkesempatan bermain dengan dr. Anung. “PAUD merupakan upaya agar anak-anak Indonesia menjadi sehat sekaligus cerdas sehingga besar peranannya dalam membentuk kualitas generasi di masa mendatang,” tandasnya. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Puskesmas Bahu, Kecamatan Malalayang, di mana dr. Anung menghabiskan waktu yang cukup panjang meninjau seluruh unit pelayanan yang tersedia di sana. Puskesmas Bahu melaporkan bahwa di tahun 2014, baik AKI maupun AKB adalah 0 (nol) dari 507 kelahiran hidup. Data ini diperoleh dari laporan bidan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Induk. siswa siswi MIC melakukan sarapan bersama siswa siswi MIC melakukan sarapan bersamaPada hari berikutnya, sementara menunggu kehadiran Menteri Kesehatan, dr. Anung didampingi Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara dr. Liesye Grace Punuh, menyempatkan diri meninjau Manado Independent School untuk melihat kegiatan UKS, senam pagi, dan sarapan sehat yang sangat inspiratif. Yang menarik dari sekolah ini adalah, siswa-siswi taman kanak-kanak mengikuti kegiatan tidur siang setelah makan siang, sebelum melanjutkan kembali kegiatan belajar dan kemudian pulang ke rumah pada pukul 14.30 WITA. Menteri Kesehatan berdialog dengan anak yang baru selesai di Hitan(sunat) Menteri Kesehatan berdialog dengan anak yang baru selesai di Hitan(sunat)Segera sesudah kegiatan tersebut, dr. Anung bersama dr. Grace mendampingi Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek SpM meninjau RS TNI AD Wolter Moginsidi, Kota Manado yang merupakan Rumah Sakit tingkat III. Dalam kunjungannya, ibu Menteri meninjau pelaksanaan operasi bibir sumbing dan sunatan massal yang merupakan kegiatan bakti sosial yang diadakan di rumah sakit. Saat kunjungan, tim humas GiKIA mendapatkan curahan hati yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Urusan Dalam, Kapten Ratna, S.Kep. “Hampir seluruh pegawai di rumah sakit ini adalah tenaga honor, hanya 30 orang yang PNS dan 300 orang lainnya adalah tenaga honor,” ujar Ratna, “karena itu, pemasukan rumah sakit banyak habis untuk pembayaran gaji tenaga”. Selain itu, Ratna pun melaporkan bahwa fasilitas mobil ambulans terakhir diperoleh pada tahun 1998. “ Saya sangat senang dikunjungi ibu Menteri dan rombongan dari pusat, karena ini yang pertama kalinya” ungkapnya, “semoga melihat kondisi ini, RS kami dapat dibantu untuk fasilitas tersebut karena kami sangat memerlukannya.” Ibu Menteri pun menerima kehormatan untuk membuka acara Rapat Kerja Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus memberikan arahan terkait pembangunan kesehatan Provinsi Sulawesi Utara yang diikuti dialog dengan jajaran Dinas Kesehatan. Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek  SpM  sedang memberikan sambutan pada acara Rapat Kerja Kes Prov Sulawesi Utara Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek SpM sedang memberikan sambutan pada acara Rapat Kerja Kes Prov Sulawesi UtaraDalam arahannya, ibu Menteri menekankan beberapa poin penting, yaitu: (1) Upayakan redistribusi tenaga kesehatan, terutama tenaga dokter, sesuai dengan kebutuhan, serta peningkatan kapasitas bidan dan perawat; (2) terus menekankan perhatian pada penyakit menular seperti rabies, malaria, dan TB; serta (3) mendorong masyarakat, terutama masyarakat sehat, untuk menjadi peserta JKN. Hasil Riskesdas 2013 menyatakan bahwa Provinsi Sulawesi Utara memiliki rasio dokter tertinggi di Indonesia, namun distribusinya masih terpusat di Kota Manado dan Kota Tomohon. Sementara itu, rasio dokter gigi di Sulawesi Utara adalah ke-4 terbawah di Indonesia dan terdapat 80% Puskesmas yang tidak memiliki dokter gigi. “Ini adalah masalah yang umum terjadi di setiap daerah, namun tetap memerlukan upaya khusus,” tegas ibu Menteri, “salah satu upaya kami dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di DTPK adalah melalui program Nusantara Sehat.” Provinsi Sulawesi Utara akan menerima tenaga Nusantara Sehat di empat Kabupaten DTPK, yaitu Kabupaten Minahasa Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, serta Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Tiga di antara Kabpaten tersebut mendapat kesempatan menjadi perwakilan dalam sesi dialog dengan ibu Menteri, yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Kabupaten Kepulauan Sitaro. “Senang sekali saya bisa berbicara langsung dengan Ibu karena selama ini hanya bisa melihat di televisi,” ujar salah seorang wakil. Seperti yang sudah diketahui, tantangan dari segi pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) dan pasca 2015 adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan angka kesakitan akibat penyakit infeksi, dan menurunkan angka kemiskinan. Sedangkan tantangan dari segi implementasi Jaminan Kesehatan Nasional meliputi meningkatkan akses pelayanan, melakukan restrukturisasi pelayanan melalui penataan sistem rujukan, dan meningkatkan pelayanan agar lebih efisien dan efektif. Bagi Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA, Sulawesi Utara menjadi salah satu wilayah binaan percepatan pembangunan kesehatan, gizi , ibu dan anak periode 2015-2019, dalam mencapai kualitas sumber daya manusia Indonesia yang tertuang dalam RPJMN ke-III. Oleh karena itu, rencana tindak lanjut dari kunjungan kerja dan Rakerkesda ini akan dikawal pelaksanaannya sehingga dapat diarahkan khusus untuk penyelesaian masalah dan tantangan tersebut. Di akhir perjalanan, ibu Menteri berkunjung ke Posyadu Lansia di Talawaan, tak jauh dari Bandara Sam Ratulangi di Manado sebelum akhirnya kembali bersama rombongan menuju Jakarta.