Ikhtisar Eksekutif LAKIP Setditjen Bina Gizi & KIA

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 22 May 2015, Dibaca : 890 Kali   Tahun 2014 merupakan tahun akhir implementasi Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014 yang ditetapkan dengan  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21/ Menkes/SK/1/2011 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan. Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA bertugas melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada semua unsur direktorat. Hal ini sejalan dengan apa yang menjadi Indikator Kinerja Strategis yaitu meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program Bina Gizi dan KIA, yang dijalankan melalui Indikator Kinerja melalui penyelenggaraan administrasi kepemerintahan sesuai ketentuan dan penyediaan sarana dan prasarana sesuai standar. Indikator Strategis dan  Kinerja perlu dipertanggungjawabkan secara akuntabel terutama dalam melihat keberhasilan atau kegagalan yang dicapai dari target yang telah ditentukan dalam Penetapan Kinerja sesuai dengan  Perencanaan Strategis Kementerian Kesehatan 2010 – 2014, dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Setditjen Bina Gizi dan KIA tahun 2014. Tiga indikator Kinerja yang menjadi tanggung jawab Setditjen Bina Gizi dan KIA telah tercapai sesuai target yang ditentukan. Persentase satuan kerja yang menyelenggarakan administrasi kepemerintahan sesuai ketentuan mendapatkan hasil sebesar 100%, memenuhi target yang sudah ditentukan tahun 2014 sebesar 100%. Persentase sarana dan prasarana kerja yang sesuai standar mendapatkan hasil sebesar 94,25% angka ini tidak dapat memenuhi target dari target tahun 2014 sebesar 100,00%, dikarenakan masih adanya beberapa sarana dan prasarana yang belum bisa memadai, namun walaupun demikian angka yang dicapai tahun ini mengalami kenaikan dari angka tahun 2013 sebesar 90,07%. Sedangkan Jumlah Puskesmas yang mendapatkan Bantuan Operasional Kesehatan dan menyelenggarakan lokakarya mini untuk menunjang pencapaian SPM sebanyak 9.517 puskesmas, melebihi dari target yang ditentukan pada tahun 2014 sebesar 9.000 puskesmas. Pencapaian Indikator Strategis Setditjen Bina Gizi dan KIA didukung dengan adanya pencapaian kegiatan fisik sebesar 99,76%, dengan realiasi keuangan Setditjen Bina Gizi dan KIA sebesar 66,91% atau dari pagu yang disediakan sebesar Rp. 149. 962 778.000 dan telah direvisi sebesar 129.985.668.000, dapat direalisasikan sebesar Rp. 86.969.881.949. Sedangkan pencapaian  Realisasi Bantuan Operasional Kesehatan yang diselenggarakan melalui Tugas Pembantuan ke Kab./Kota pada tahun 2014 mencapai sebesar 98,49%. % atau dari pagu sebesar Rp. 1.171.688.390.000 dapat direalisasikan sebesar Rp. 1.147.917.971.191. Dalam pencapaian Indikator Strategis tersebut, Setditjen Bina Gizi an KIA didukung oleh ketenagaan dengan jumlah tenaga sebanyak 118 pegawai dengan berbagai latar belakang pendidikan S1 dan S2 sekitar 65 %  dan selebihnya adalah tenaga diploma dan SMU. Dalam rangka peningkatan kualitas capaian di tahun mendatang perlu dilakukan pendampingan program dan administrasi keuangan secara intens baik di lingkungan Ditjen Bina Gizi dan KIA ataupun di kabupaten/ kota terhadap program Tugas Pembantuan; Perlu peningkatan koordinasi lintas sektor dan lintas program terhadap penyelenggaraan kegiatan yang mendukung capaian indikator Kinerja Strategis, dan perlu adanya kaderisasi terhadap sumber daya manusia di lingkungan Setditjen Bina Gizi dan KIA.