Menghadapi "Jajahan" Pelayan Kesehatan Tradisional Asing

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 29 May 2015, Dibaca : 970 Kali  

rakontek kestrad

Jakarta (27/5)
-– Dalam rangka meningkatkan  kinerja program kesehatan Tradisional, Alternatif dan komplementer, telah diselenggarakan Rapat Kordinasi Teknis BKTM dan Sentra P3J. Acara yang diselenggarakan di Jakarta, 27 Mei 2015 ini dihadiri Dinas Kesehatan dan SP3T dari 36 Provinsi dengan mengacu pada tujuan nasional “Indonesia Sehat”. Pada acara pembukaan pertemuan, Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA dr. Anung Sugihantono,MKes menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah ketidaksiapan petugas di lapangan dalam pengembangan pelestarian atau implementasi dari program pelayanan kesehatan tradisional. “Namun demikian, kita tidak perlu berkecil hati,” tegasnya. Saat ini sebenarnya Indonesia sedang “dijajah”.  Banyak pelayanan-pelayanan kesehatan tradisional asing yang dibawa ke Indonesia. Padahal Indonesia belum mengakuinya. “Pada bagian lain kita juga dituntut untuk mengelola yang ada ditempat kita sendiri, baik yang bersifat turun temurun, ataupun pengembangan dari empiris serta Sumber Daya Lokal yang sifatnya sudah dapat dipertanggung jawabkan”, tambah dr Anung. Dr. Anung juga berpesan agar  kedepannya body of knowledge dari kesehatan tradisional perlu diperjelas.  Setelah body of knowledge dari kesehatan tradisional diperjelas maka langkah selanjutnya adalah membuat rencana pengembangan menekankan pada aspek peningkatan kesehatan dan penyembuhan. Dr Anung juga mengharapkan agar semua pelaksana di daerah perlu mengambil sikap  dan bekerjasama dengan SP3T untuk mengimplementasi program dan kebijakan di bidang kesehatan tradisional. “Kita harus realistis mana yang akan dilakukan dalam pelayanan kesehatan tradisional. Selain itu saya berharap ada sinergitas antara pusat dan daerah”, tegasnya. Diakhir sambutannya dr Anung mengingatkan bahwa tugas provinsi adalah menguatkan kabupaten/kota sekaligus memastikan bahwa sumber daya alam  khususnya yang kita miliki itu bisa kita gunakan dengan lebih baik pada masa – masa yang akan datang. Pada saat bersamaan, Dirjen Bina Gizi dan KIA berkesempatan mengadakan pertemuan  dengan POKJANAS Kestrad. Pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas masalah-masalah yang dijumpai dalam implementasi program – program pelayanan kesehatan Tradisional. (humas)