Dari perjalanan ke Ponorogo : “Ada Rindu Tentang RPG....”

Dipublikasikan Pada : Senin, 30 May 2016, Dibaca : 1095 Kali  

Keluarga penderita GAKY atau Orang Dengan Kacacatan (ODK) akibat GAKY

PONOROGO,(28/5)—Mendengar Kabupaten Ponorogo, kita akan langsung membayangkan tentang kesenian reognya yang sudah terkenal itu, pemandangan yang mempesona, juga rasa satenya yang sedap akan melengkapi cerita tentang indahnya Kabupaten Ponorogo.

Namun, yang telah dimiliki itu tidak bisa menutupi kenyataan bahwa di sudut Kota Ponorogo, di lereng Gunung Kukusan ada cerita pilu yang ditebar oleh lima desa, yaitu Desa Dayakan Kecamatan Badegan, Desa Sidoharjo dan Krebet di Kecamatan Jambon, Desa Karangpatihan serta Pandak di Kecamatan Balong, dimana warganya banyak mengalami keterbelakangan mental atau Orang Dengan Kecacatan (ODK) akibat GAKY.

Konon, dahulunya wilayah ini terisolir dan hidup dibawah garis kemiskinan. Kekurangan gizi merupakan faktor utama yang dialami penduduk desa. Kadar air tanah mengandung zat besi, berkapur dan kekurangan yodium. Sehingga makanan dan minuman yang dikonsumsi warga secara terus menerus tidak mempunyai kandungan zat yang bagus

Menuju lereng Gunung Kukusan untuk melihat dari dekat keluarga ODK.

Kabar ini memang bukan yang paling anyar, karena media luar negri pun sudah banyak  melaporkannya beberapa waktu lalu. Untuk itu, kami dari Tim Humas-Kesmas coba melihat dari dekat kondisi terkini dari desa-desa itu, yang nantinya akan kami kemas dalam bentuk artikel “Liputan-khusus” pada penerbitan “Warta Kesmas”, edisi ke2.

Setelah kami turun dari pendakian di lereng Gunung Kukusan untuk melihat lokasi salah satu keluarga ODK, kami singgah di “Rumah Kasih sayang” berada di Desa Krebet, yang dibangun oleh Kementerian Sosial pada Juli 2011 silam.

“Keprihatinan dan kepedulian terhadap banyaknya warga ODK mengundang beberapa pihak untuk memberikan dukungan dan bantuan.”,  kata Yuli Pratikno, SKM, Kasi Gizi Kabupaten Ponorogo, yang turut mendampingi kami.

“Tak terkecuali dari Kementerian Sosial yang membangun “Rumah Kasih Sayang (RKS)”, saat Dr. Salim Segaf Al Jufri menjabat sebagai Menterinya”, jelas Yuli lagi.

Rumah Kasih Sayang dalam menjalankan programnya,  selain dari Pemda dan perangkat desa, ada juga sejumlah organisasi sosial dan relawan yang direkrut dari warga untuk di kerahkan sebagai pendamping para ODK yang masih mampu dibina untuk diberdayakan dalam melakukan beberapa ketrampilan, seperti pembuatan keset, kerajinan bunga, gantungan kunci, jepitan dan bando rambut, bros jilbab, anyaman parcel, dan sebagainya.

Tim Humas Kesmas ketika memberi bingkisan untuk Rumah kasih sayang

Ada pula kegiatan yang dilakukan dalam upaya perbaikan gizi, juga penyelenggaraan terapi seminggu dua kali terhadap ODK oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, dan melaksanakan Posyandu Balita, Posyandu Lansia dan Posyandu Khusus untuk ODK, oleh Puskesmas kecamatan Jabon.

“Lihat saja.. “, kata Yuli, disela-sela menyaksikan pemberian bingkisan dari Tim Humas kepada kader Rumah Kasih Sayang... “Belum ada papan nama dari Kemenkes yang terpajang di desa maupun kecamatan sebagai bentuk kepedulian nyata seperti bangunan “Rumah Kasih Sayang”.

“Saya rindu, Kementerian Kesehatan bisa membangun Rumah Penanganan Gizi (RPG) di kecamatan ini sebagai bentuk nyata kepeduliannya”, harap Yuli, dan tentu juga menjadi harapan seisi desa di sana.-(*)-

 *Tim-Humas : @Dewi,- Ida.-Fey