Suatu Saat, Akan Banyak Lansia Di Indonesia

Dipublikasikan Pada : Kamis, 02 Juni 2016, Dibaca : 1775 Kali  

Peserta Lansia dalam acara puncak acara Hari Lanjut Usia Nasioanal di Cibinong, Bogor

CIBINONG---Saat ini jumlah lanjut usia (Lansia) di Indonesia sebanyak 20,8 juta jiwa. Dibandingkan dengan negara di Eropa, saat ini kita memang masih kecil atau secara piramidanya masih mengerucut, sedangkan di Eropa sudah piramida terbalik, Namun suatu saat kita juga bisa terjadi demikian seperti di Eropa, hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan, Prof. DR. dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) dalam pidato sambutannya di acara puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh pada 29 Mei, di gedung ‘Tegar Beriman” komplek perkantoran Pemda Bogor di Cibinong pada hari Rabu (29/5) kemarin. Berdasarkan survei yang dilakukan, jumlah penduduk lansia terus akan meningkat. Hal itu sebagai dampak keberhasilan pembangunan kesehatan, yaitu terjadinya penurunan angka kelahiran, angka kesakitan, dan angka kematian serta peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia.

Para Lansia menyambut rombongan Kemenkes ketika meninjau Posbindu Lansia Sentul, Jawa Barat

Sementara itu, hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lansia terbanyak di dunia yakni, mencapai 18,1 juta jiwa pada 2010 atau 7,6% dari jumlah penduduk. Jumlah penduduk lansia (60+) diperkirakan akan meningkat menjadi 29,1 juta pada 2020, dan 36 juta pada 2025 (proyeksi Dari data BPS, Umur Harapan Hidup di Indonesia meningkat dari 68,6 tahun pada 2004 menjadi 69,8 tahun. Pada 2010 dan pada 2015 harapan hidup orang Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 70,8 tahun. Usia harapan hidup penduduk Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat. Sehingga persentase penduduk lansia terhadap total penduduk diproyeksikan terus meningkat.

Menkes RI meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016-2019 di gedung Tegar Beriman Cibinong, Bogor, Jawa Barat

Pada peringatan itu, Menteri Kesehatan juga meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016-2019, menjadi program nasional dan menempatkan Bogor untuk menjadi pilot project dalam mengimplementasikannya. Lebih dari  2000 peserta turut hadir menyaksikan peringatan itu masing-masing stakeholder dari lintas program dan lintas sektor, perwakilan Lansia, masyarakat juga perwakilan dari Dinas Kesehatan provinsi seluruh Indonesia. "Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional kali ini dapat digunakan sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap lansia," ujar Menkes, Salah satu bentuk perhatian untuk meningkatkan kesehatan dilakukan melalui kesehatan yang lebih mengutamakan upaya peningkatan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan di samping upaya penyembuhan dan pemulihan melalui pembentukan dan pembinaan yang disebut dengan Posyandu Lansia atau Posbindu Lansia. Terkait itu, Menkes mengatakan, kepada para pemimpin daerah, terutama di Kabupaten Bogor yang jumlah penduduknya sebanyak 5,3 juta jiwa, untuk membuat rumah jompo. "Kepada ibu bupati, rumah jompo perlu. Anak sibuk, cucu sudah mulai besar. Kita sukar untuk bercakap-cakap lagi, frekuensinya sudah tidak sama," ungkap Menkes yang menceritakan pengalaman pribadinya dengan ibunya yang sudah lanjut usia. Untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan lansia di fasilitas kesehatan, Kemenkes telah menerbitkan Permenkes Nomor 79 Tahun 2014 tentang Pelayanan Geriatri di rumah sakit dan Permenkes Nomor 67 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Lansia di pusat kesehatan masyarakat. –(fey)-