Pernas Percepatan Pencapaian MDG 4 Tahun 2014

Dipublikasikan Pada : Rabu, 04 Juni 2014, Dibaca : 1147 Kali  

bahan web anak1

Pertemuan Nasional Akselerasi Pencapaian MDG 4 dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi pada tanggal 20 – 23 Mei 2014. Pertemuan nasional yang dihadiri oleh perwakilan dari 33 provinsi ini diselenggarakan dalam rangka mengetahui dan memantau kemajuan upaya pencapaian MDG 4 terhadap indikator cakupan pelayanan kesehatan anak. Selain itu pertemuan ini juga bertujuan untuk memperbaharui komitmen lintas program di Pusat dan Provinsi dalam upaya akselerasi pencapaian MDG

4.

Direktur Bina Kesehatan Anak, dr. Jane Soepardi, berkesempatan membuka acara ini dan menyampaikan materi “Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam Kesehatan Maternal-Neonatal”. Pertemuan ini juga dihadiri oleh peserta dari Dinas Kesehatan 33 Provinsi, Dinas Kesehatan Kab/Kota, Lintas Program Kementerian Kesehatan RI, Lintas Sektor dan organisasi profesi terkait (IBI, PPNI, dll). Dalam kegiatan ini juga disosialisasikan best practices dari beberapa daerah di Indonesia dalam upaya pencapaian MDG 4. Daerah yang mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman antara lain Kab. Klaten, Jawa Tengah; Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat; Kab. Sumedang Jawa Barat; Kab. Niki-Niki, NTT; dan RS Biak, Papua.

Dalam pemaparannya, dr. Jane menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan dalam percepatan penurunan kematian maternal neonatal akan difokuskan pada 9 provinsi 64 kabupaten/kota. “Daerah prioritas ditentukan berdasarkan kriteria jumlah penduduk besar, angka kematian bayi tinggi, dan adanya komitmen pemerintah daerah” ujar dr Jane. “Karena itu diperlukan komitmen dan kerjasama yang baik antara Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan kantor KB di kabupaten/kota dalam terlaksananya upaya penurunan angka kematian maternal neonatal”, lanjutnya.

DSC_0180

Upaya Pemda yang dapat dilakukan antara lain dengan penguatan fasilitasi peningkatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat terkait KIA dan gizi utamanya dalam pola asih dan asuh, pola hidup bersih dan sehat; fasilitasi kegiatan di masyarakat yang terintegrasi; Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, kelompok KP-KIA-Posyandu- PAUD dan BKB; penguatan implementasi kegiatan lintas sektor dan donor terintegrasi dg KIA-GIZI; PKH, PKH-Mandiri; penguatan implementasi regulasi pelayanan sesuai standar baik di fasilitas pelayanan kesehatan primer dan RS; penguatan fasilitas rujukan tingkat kabupaten/kota dan provinsi; serta fasilitasi integrasi lintas sektor terkait KIA dan Gizi dalam hal perencanaan, implementasi dan monitoring serta evaluasi.