“Perlunya Peningkatan Mutu Pelayanan Puskesmas”

Dipublikasikan Pada : Kamis, 12 Juni 2014, Dibaca : 1010 Kali  

pusk medan 3

Deli Serdang Sumut – Puskesmas sebagai salah satu salah satu instansi pemerintah yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dituntut untuk meningkatkan kualitas kinerja atau mutu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan masyarakat serta mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat.

Dirjen Bina Gizidan KIA dr.Anung Sugihantono, MKes pada kunjungan kerjanya ke Deli Serdang Sumatera Utara tanggal 10 Juni 2014 mengungkapkan pentingnya peningkatan Mutu Pelayanan di Puskesmas. Terutama untuk pelayanan kesehatan Ibu dan Anak, dalam hal pemeriksaan kehamilan hingga persalinan harus lebih baik lagi. Dalam pencatatan buku KIA misalnya, harus dicantumkan identitas secara lengkap dan jelas, nama lengkap hingga ke nomor telpon/HP, yang fungsinya adalah untuk memantau kunjungan kehamilan hingga persalinan tiba. Petugas puskesmas yang terkait, harus lebih peduli lagi terhadap kunjungan ibu hamil yang terputus hingga kepada masalah kesehatan yang dihadapi pada ibu hamil tersebut. “Buku KIA mempunyai fungsi terintegrasi sebagai catatan kehamilan, persalinan dan tumbuh kembang anak, juga sebagai dasar konsul masalah kesehatan ibu hamil dengan dokter”, ujar dr.Anung Sugihantono saat menengok ruang pelayanan Ibu dan Anak di Puskesmas Patumbak.

pusk medan2

Fasilitas dan tenaga kesehatan yang dimiliki puskesmas sebenarnya sudah lengkap. Seperti Puskesmas Patumbak yang memiliki pustu 4, dokter umum 6, dokter gigi 4 dan tenaga kesehatan lainnya dengan bidan desa yang sudah tersebar di semua desa. Sumber daya tersebut sudah cukup bagi puskesmas untuk melayani semua pasiennya, hanya  perlu ditingkatkan lagi mutu terhadap pelayanannya tidak bertele-tele dan membuat pencatatan yang terlalu banyak. Karena hal ini menyebabkan petugas puskesmas yang terbebani dengan banyaknya laporan. Puskesmas harus dapat membuat kemudahan dan kesederhanaan prosedur pelayanan tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan. Hal ini termasuk dalam peningkatan mutu pelayanan.

Puskesmas lain yang juga dikunjungi oleh Dirjen Bina Gizi dan KIA adalah puskesmas Talun Kenas. Puskesmas rawat inap yang terletak di kecamatan Hilir Sumatera Utara ini juga sebagai tempat pelaksanaan program “EMAS”. Yaitu program lima tahun dengan strategi penguatan kegawat daruratan obstetric dan neonatal serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas system rujukan antara puskesmas dan rumah sakit.

Selain itu, kepada pengelolaan dana Bantuan Operasional Puskesmas (BOK) yang seharusnya bersifat transparansi. Seperti pemasangan hasil kegiatan BOK dan anggarannya di tempat pengumuman agar dapat dilihat juga oleh masyarakat. Beberapa sudah melaksanakannya walaupun puskesmas memasang kegiatan BOK nya di tempat yang tidak terjangkau oleh masyarakat untuk membacanya. Namun kenyataannya tidak semua puskesmas melaksanakan publikasi ini.

medan5