Sinkronisasi Fokus dan Lokus Kesehatan Tenaga Kerja Indonesia

Dipublikasikan Pada : Senin, 22 Juni 2015, Dibaca : 1420 Kali   Jakarta (12/5) -- Isu kesehatan Tenaga Kerja Indonesia saat ini sangat banyak dan perlu diselesaikan dengan baik, untuk itu segera ditentukan prioritas penyelesaian dalam bentuk aksi cepat di tahun 2015 ini sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perundang undangan. Untuk itu Direktur Kesehatan Kerja Dan Olahraga kementerian Kesehatan  dr Muchtaruddin Mansyur, Ms, SpOk, Ph.D selaku Ketua Komite Kesehatan TKI didampingi  dr. Guntur Argana, M.Kes selaku sekretaris Komite Kesehatan TKI mengadakan rapat koordinasi Komite Kesehatan TKI di  Jakarta. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai isu hangat terkait dalam permasalahan TKI namun tetap sesuai Fokus pada Pelayanan kesehatan TKI, serta di tentukan juga Lokus pada 4 (empat) embarkasi/ debarkasi  utama pemberangkatan dan kedatangan TKI yaitu (Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan  Tj.Pinang/Batam, Nunukan dan Entikong) agar proses pelayanan ini bisa lebih terarah kepada para TKI. Suasana Rapat Koordinasi Komite Kesehatan TKI 2015 Suasana Rapat Koordinasi Komite Kesehatan TKI 2015 Pertemuan ini di hadiri oleh para ketua dan perwakilan dari Sub komite Kesehatan TKI dari berbagai lintas Sektor dan Lembaga terkait.  Sebagai salah satu narasumber dalam pertemuan ini adalah Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan, dr. Deddy Tedjasukmana Basuni, Sp.RM, MARS, MM yang juga selaku ketua Sub Komite Fasilitas Pelayanan Kesehatan CTKI yang menyampaikan tentang rencana untuk menetapkan 110 Rumah Sakit regional khususnya di wilayah kantong TKI untuk menjadi sarana pemeriksaan kesehatan TKI dengan menerapkan PERMENKES No.29 Tahun 2013. Di akhir pertemuan ini disusun rencana tindak lanjut dan prioritas 2015 untuk Kesehatan TKI adalah;  Supervisi dan Evaluasi Pelaksanaan  Perlindungan Kesehatan  TKI (Pra, Pasca, dan TKIB)  di  4 daerah, embarkasi dan debarkasi : total 31 Sarkes, Sosialisasi Pola Tarif  Permenkes 26 tahun 2015, Pelatihan Kesehatan jiwa  Bagi Nakes di Sarkes  Swasta, dan Sosialisasi  Permenkes .29 thn 2013 sarana  kesehatan kantong TKI. Sementara itu di prioritaskan pola penyusunan regulasi dengan pertemuan terkait Penanganan Kesehatan Bagi WNI Bermasalah dari Luar Negeri, Pedoman Tempat Penampungan TKI, Pedoman Surveillance TKI, Harmonisasi Internasional Standar Pemeriksaan CTKI (Mutual Recognition Arrangement), dan Modul PAP. (-TDW-)