Pertemuan Koordinasi BKOM Tahun 2015

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 10 Juli 2015, Dibaca : 1732 Kali   Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga, dr. Muchtaruddin ketika membuka acara Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga, dr. Muchtaruddin ketika membuka acara Puncak, Bogor--Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, sementara kemampuan Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) yang menjadi UPT Ditjen Bina Gizi dan KIA dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan olahraga belum merata,  hinga perlu peningkatan kualitas pelayanan terpadu yang terus menerus dan berkesinambungan. Baru-baru ini Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga, melalui Subdit Bina Kesehatan perkotaan dan Olahraga Kesehatan  mengadakan Pertemuan Koordinasi Manajemen untuk peningkatkan koordinasi antar pusat dan daerah dalam mengembangkan penyelenggaraan BKOM. Acara yang berlangsung di Hotel Bale Arimbi Puncak Bogor ini diikuti oleh 13 BKOM di 12 Provinsi diantaranya BKOM Provinsi Sumateran Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur (Kabupaten Lumajang dan Kota Malang), Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Barat dan Riau. Para peserta pertemuan rapat koordinasi Para peserta pertemuan rapat koordinasi Acara yang diselenggarakan selama empat hari, 6-9 Juli 2015 itu,  selain perwakilan dari Dinas Kesehatan masing-masing Provinsi juga perwakilan dari KONI dan Kemenpora turut hadir di sana sebagai bentuk dukungan dalam melakukan kerjasama yang baik untuk perkembangan penyelenggaran BKOM. Dalam sambutannya ketika membuka acara tersebut, Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga, dr. Muchtaruddin Mansyur, MS, SpOK, PhD, menyampaikan bahwa peran BKOM di daerah diharapkan dapat turut untuk mengembangkan  derajat kesehatan dan kebugaran jasmani  masyarakat yang setinggi-tingginya. “Melalui peran BKOM di daerah diharapkan dapat mewujudkan tugas mulia kita untuk mewujudkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat yang setinggi-tingginya” ujar dr.Muchtar. Tingginya minat masyarakat dalam melakukan aktivitas fisik maupun latihan fisik dengan memanfaatkan sarana olahraga yang ada secara mandiri seharusnya merupakan kondisi yang positif,  guna meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani serta produktivitas kerja. Namun, kata dr.Muchtar, situasi tersebut belum sepenuhnya dapat diimbangi dalam bentuk pelayanan kesehatan olahraga yang terpadu dan sistematis. Hal ini yang menurutnya menjadi tuntutan bagi BKOM untuk menjalankan peran tersebut. Dalam kesempatan itu pula, dr. Muchtar berharap perlu mengembangkan potensi dan keunggulan yang menjadi ciri khas masing-masing dalam memberikan pelayanannya bagi masyarakat yang tentunya tidak terlepas dari Standar Pelayanan Minimal BKOM, khususnya dalam penelitian dan pendidikan yang selama ini masih belum teraksana oleh sebagian besar BKOM. “Pertemuan ini diharapkan dapat menilai keberhasilan penyelenggaraan program kesehatan olahraga sampai dengan tahun 2014 dan perencanaan 2015 di tingkat provinsi,kabupaten/kota maupun di Puskesmas melalui pengembangan pengelolaan program serta pelayanan kesehatan olahraga secara komprehensif.” pungkas dr. Muchtaruddin---(Irna & fey)