Kurangnya Sarana dan Prasarana Masih Menjadi Kendala Klasik

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 10 Juli 2015, Dibaca : 1308 Kali  

Puncak, Bogor—Dalam acara pertemuan rapat Koordinasi Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) yang diselenggarakan, 6-9 juli lalu,  terungkap bahwa sarana dan prasarana yang kurang memadai masih menjadi alasan klasik sebagai kendala dalam melaksanakan kegiatan.

Perwakilan peserta ketika memaparkan evaluasi kegiatan BKOM

Hal ini terlihat ketika masing-masing BKOM memaparkan evaluasi kegiatan tahun 2014 dan perencanaan 2015 yang secara secara umum telah berusaha melaksanakan Tupoksi sesuai dengan karakter dan kemampuannya, namun masih mengalami kendala diantaranya kurangnya sarana prasarana yang memadai untuk pelaksanaan kegiatan seperti alat-alat olahraga serta kurangnya tenaga instruktur yang kompeten di lingkungan BKOM.

Direktur Kesjor didampingi staf ketika hadir dalam pertemuan Koordinasi BKOM

Diharapkan Kemenkes dapat lebih memperhatikan BKOM dengan membantu penyediaan sarana prasarana, pelatihan untuk peningkatan kemampuan bagi tenaga instruktur, koordinasi antara pemerintah pusat dengan BKOM yang lebih intens dan dukungan penganggaran. Sampai saat ini sudah terbentuk 13 BKOM di 12 provinsi, masing-masing di Sumatera Selatan, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur (Kota Malang dan Kabupaten Lumajang), Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Rapat koordinasi BKOM yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga, melalui Subdit Perkotaan dan Olarhraga berlangsung selama empat hari, 6-9 Juli, yang diselenggarakan di Hotel Bale Arimbi  Puncak Bogor, selain diikuti peserta dari BKOM, juga perwakilan dari 12 Dinas Kesehatan provinsi, perwakilan KONI, dan perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga--(fey &Irna)