Dirjen Kesmas Ajak Cermati Visi Pembangunan Indonesia

Dipublikasikan Pada : Kamis, 18 Juli 2019, Dibaca : 270 Kali  

Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari, saat memberikan arahan pada acara penyusuan RKAKL Pagu Anggara TA. Tahun Anggaran 2020 di Hotel Horison Bekasi, Rabu (17/7/2019) sore.

JAKARTA--Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dr.Kirana Pritasari, MQIH, saat memberikan arahan di hadapan para peserta Orientasi Aplikasi Software RKAKL 2020, meminta para peserta untuk mencermati pidato visi pembangunan Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu 14 Juli 2019  lalu. Pada kesempatan tersebut, Dirjen Kesmas sengaja memutarkan video rekaman pidato Presiden Jokowi di Sentul, Jawa Barat, untuk dicermati dan disimak bersama para peserta pertemuan. Dalam pidato itu, secara jelas Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis. Sangat dinamis!

 

Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko-risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan-kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, yang sering jauh dari itungan-itungan kita. Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah yang kita hadapi. Dengan inovasi-inovasi, dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga-lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan.

 

Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, harus kita buat menjadi efisien! Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

 

Pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar telah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur-infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, kita sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, kita sambungkan dengan kawasan-kawasan pariwisata. Arahnya harus ke sana, fokusnya harus ke sana. Kita juga jangan lupa harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan. Sambungkan ke sana…sambungkan ke sana…

 

“Pada visi Indonesia lima tahun ke depan, di bagian pembangunan SDM program Kesmas menjadi fokus”, ujar Dirjen Kesmas.

Para peserta pertemuan Orietasi RKAKL Tahun Anggaran 2020

 

Disebutkan dalam pidato presiden itu, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas kepada pembangunan pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu yang harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, jangan sampai ada kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita ada di situ!.

 

Untuk itu, ujar Dirjen, dalam menyikapi program-program Kesmas yang disebutkan oleh presiden pada pidatonya itu, terkait dengan ibu hamil, bayi sehata, dan kematian ibu serta stunting pada RPJMN 2020 akan jadi prioritas sasaran pokok program Kesmas.

 

“Kita akan terus melakukan inovasi derajat kesehatan masyarakat sejak ibu, Balita, Remaja, Lansia, dan juga Stunting bisa kita capai”, tandas Dirjen lagi.

 

Stunting di Indonesia menjadi tertinggi kelima di dunia dan tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini juga jauh lebih tinggi dari beberapa negara miskin di Afrika. Anak stunting di Indonesia tidak hanya terjadi di keluarga miskin dan kurang mampu, tetapi juga terjadi di keluarga mampu. Untuk itu diperlukan upaya penurunan stunting yang terdiri dari intervensi gizi spesifik dan sensitif.

 

Meskipun secara nasional stunting telah turun dari 37,2% tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018, sesuai dengan program nasional, maka upaya percepatan penurunan stunting harus dilaksanakan secara multisectoral. Sampai tahun 2024, kita harus bisa menurunkan stunting menjadi 19%.

 

Sementara ini, Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak dilakukan dengan berbagai upaya yang sejalan dengan Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Menurut data Sensus Penduduk 2010 Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 346 per 100.000 kelahiran hidup (SP 2010) yang menurun menjadi 305/100.000 KH (SUPAS 2015). Untuk Angka Kematian Neonatan (AKN), dari data SDKI, dapat dilihat bahwa kematian neonatal tahun 2012 sebanyak 19/1.000KH dan AKN kembali menurun pada tahun 2017 menjadi 15/1.000 KH.

Salah satu peserta pertemuan Orientasi RKAKL dari daerah

Lebih lanjut Dirjen Kesmas Kirana Pritasari mengatakan sebagai salah satu dukungan pembiayaan dalam penurunan AKI, AKB dan penguatan intervensi stunting di tahun 2020, Kementerian Kesehatan mengalokasikan DAK Fisik dan DAK Non Fisik. Pada Tahun 20120 Dirjen Kesmas mengusulkan DAK Fisik penugasan untuk penurunan AKI, AKB di 120 Kab/Kota, DAK Fisik penugasan penguatan intervensi stunting di 260 Kab/Kota dan DAK Fisik pebugasan dan pengendalian penyakit serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di 493 Kab/Kota. Sedangkan DAK Non Fisik melalui BOK dan Jampersal untuk 34 Provinsi dan 514 Kab/Kota.

 

''Mari kita berkomitmen dan melaksanakan peran dan kewenangan masing-masing melalui sinkronisasi dan integrasi, yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan,'', kata Dirjen dalam menutup arahannya.

 

Penyelenggaraan acara Orientasi Aplikasi Software RKAKL 2020 dan Penyusunan PKAKL Pagu Anggara Tahun Anggaran 2020 yang diselenggarakan di Hotel Horison Bekasi tersebut, akan berlangsung selama 4 hari, dimulai tanggal 17 Juli hingga 20 Juli 2019 mendatang–(HUMAS)-