Dirjen Kesmas Mengapresiasi Layanan Lansia di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta

Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Juli 2019, Dibaca : 312 Kali  

Nampak Dirjen Kesmas dr.Kirana Pritasari saat mendampingi Menkes. Nila F.Moeloek, ketika datang berkunjung di RSUD Dr..Sardjito Jogya, senin (21/7/209) kemarin.

Jakarta---Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr.Kirana Pritasari, MQIH, pada Senin (21/7/2019)kemarin, turut mendampingi Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, melakukan kunjungan kerja ke RSUP Dr. Sardjito di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan Menkes bersama Dirjen Kesmas tersebut terkait pengembangan program kesehatan Lansia di Indonesia. Menurut data yang ada, angka harapan hidup di Yogyakarta cukup tinggi dibanding wilayah lain sehingga  penyakit yang dialami usia lanjut sebisa mungkin dapat  terminimalisir. Setelah meninjau langsung mendampingi Menteri Kesehatan, Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari sangat mengapresiai pelayanan Geriatri atau Poliklinik Lansia (lanjut usia) yang ada di RSUP Dr.Sardjito.

 

Sementara itu, sebagai rumah sakit rujukan nasional, kata Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, DR. dr. Darwito, telah berkomitmen  untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Lansia melalui pelayanan yang lebih komperhensif dari berbagai disiplin ilmu kedokteran. Apalagi dengan  jumlah kunjungan kurang lebih1620 orang, maka ke depan, diharapkan mampu terus meningkatkan  harapan hidup  bagi Lansia akan lebih tinggi dan lebih sehat. Salah satu terbosan layanan yang sedang  dikembangkan untuk Lansia di rumah sakit tersebut, antara lain pelatihan layanan Geriatric, pelatihan persiapan pra pesiun, pendidikan tenaga Caregiver, dan pelayanana penitipan Lansia. Hal tersebut, kata Darwito untuk memenuhi kebutuhan Lansia dan memberikan kemudahan bagi para Lansia.

Dirjen Kesmas dr.Kirana Pritasari saat berkeliling melihat Meseum milik RSUD dr.Sardjito

Pertumbuhan jumlah lansia di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 400 persen pada tahun 2025, tertinggi di dunia. Yogyakarta sendiri memiliki lansia sekitar 13 persen, tertinggi di Indonesia, selain itu Yogyakarta juga memiliki usia harapan hidup tertinggi di Indonesia. Karena itu, Menteri Kesehatan menilai, RSUP DR Sardjito cocok untuk dijadikan proyek percontohan layanan geriatri.

 

“Usia harapan hidup paling tinggi se-Indonesia adalah Yogyakarta. Sekitar 13 persen orang Yogyakarta adalah lansia. Saya kira tepat kalau RSUP DR Sardjito ini dijadikan Pilot Project pelayanan lansia. Apalagi Sardjito juga mengembangkan Academic Health System hingga ke Puskesmas”, jelas Menteri Kesehatan yang didampingi Dirjen Kesmas dihadapan para awak media yang meliput jalanannya acara kunjungan tersebut.

 

Dari Data BPS provinsi D.I.Yogykarata didapatkan usia haraan hidup lansisa paling lama  di Indoensia (ptia 69.15% tahun dan wanita 73,03% tahun), sedang total jumlah penduduk usia 60 tahun atau lebih dari total penduduk proporsinya 12,75%,disusul Jawa Tengah9.82%, Jawa Timur 9,76%, dan bali 9,22%.

Nampak Dirjen Kesmas, dr.Kirana Pritasari, MQIH ketika turut mendampingi Menkes memberi keterangan kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Poliklinik Geriatri RSUP Dr Sardjito, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD, mengatakan, secara umum golongan lansia Indonesia saat ini masih banyak yang berkualitas rendah dan menyandang 3 penyakit sekaligus. Kunjungannya tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi RSUP Dr.Sradjito dan bagi Indonesia bahwa pelayanan kepada Lansia itu merupakan layanan yang perlu dikembangkan dan diperhatikan secara serius.

 

“Saya bersama Dirjen Kesmas, berkunjung ke RSUP Dr.Sardjito itu dikhususkan untuk melihat langsung pelayanan geriatri atau poliklinik khusus lansia. Saya ingin pelayanan kepada lansia diperhatikan. Apalagi kalangan lansia rentan terserang penyakit”, ujar Menkes.

 

"Lansia penyakitnya kan macam-macam, kadang diabet, ginjalnya bermasalah, jantung, hipertensi. Nahh, ini bagaimana mengatasi penyakit yang sudah terjadi, kemudian mencegahnya, serta meminimalkannya," tuturnya.

 

Untuk itu, Menkes pun berharap kalangan lansia bersedia secara rutin mengecek kesehatannya. Seperti mengecek kesehatan di poliklinik khusus lansia yang disediakan RSUP dr Sardjito. Menurut menkes, pelayanan terpadu untuk Lansia sudah harus mulai dipikirkan saat ini karena usia harapan hidup di Indonesia terus meningkat. Jika saat ini jumlah lansia mencapai 20 juta orang, diperkirakan akan naik dua kali lipat menjadi 40 juta orang.

 

“Jika tidak diantisipasi sejak dini, potensi penyakit saat Lansia biasanya beragam dan biayanya mahal mulai dari diabetes, ginjal, jantung, hingga hipertensi” ungkapnya.

 

Lebih jauh Menkes sebutkan, biaya mahal nanti akan menjadi masalah, dimana sekarang kita sedang  menguranginya, di samping kita tidak boleh stunting. Jadi kita tidak stunting, kita sehat, cerdas, sekolahnya bagus, usia produktifnya bagus dan sampai lansia pun kita masih sehat itu yang kita harapkan," kata Menkes.

 

Oleh sebab itu, dengan adanya pelayanan kesehatan terpadu untuk lansia, maka sebelum atau mendekati lansia, masyarakat bisa melakukan pengecekan sehingga mampu meminimalkan potensi risiko penyakit saat menjadi lansia. 

Sesi foto bersama rombongan dari Kemenkes RI dengan para pejabat di RSUD dr.Sardjito Yogyakarta

Dr Darwito, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito mengatakan pihaknya akan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik terhadap lansia melalui pelayanan yang lebih komprehensif dari berbagai disiplin ilmu kedokteran.

 

"Apalagi dengan jumlah kunjungan kurang lebih 1.620 orang pada 2018 maka ke depan diharapkan mampu terus meningkatkan harapan hidup bagi lansia akan lebih tinggi dan lebih sehat," kata dia. –(Humas)--