“Menyusui Kemenangan Untuk Kehidupan”

Dipublikasikan Pada : Selasa, 12 Agustus 2014, Dibaca : 1651 Kali  

Direktorat Bina Gizi setiap tahun melaksanakan serangkaian kegiatan program kegiatan yang tujuannya adalah meningkatkan kesadaran semua pihak tentang ASI bagi bayi. Setiap minggu pertama bulan Agustus dijadikan sebagai “Pekan ASI Sedua”  (PAS). Tema yang diangkat adalah “Breasfeeding-A Winning Goal for life” dengan tema nasionalMenyusui Kemenangan Untuk Kehidupan.

Deklarasi Innocenti tahun 1990 di Florence Italia mengamanatkan pentingnya mengkampanyekan Air Susu Ibu (ASI) sebagai bagian penting dari upaya “perlindungan, promosi dan dukungan menyusui”. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) adalah pemenuhan hak bagi ibu dan anak. ASI sebagai makanan bayi terbaik ciptaan Tuhan tidak dapat tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Menyusui juga ha k seorang ibu dan terbukti meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup ibu di masa mendatang.

Rendahnya pengetahuan dan manfaat  tentang pemberian ASI menjadi persoalan pemeritah khususnya program gizi. Cara pemberian makan pada bayi yang baik dan benar adalah : Mulai segera menyusui dalam 1 jam setelah lahir; Menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan,   dan   mulai   umur   6   bulan: Bayi   mendapat   Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya dan ; Meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan.

Kementerian Kesehatan telah  menerbitkan   surat   keputusan   Menteri   Kesehatan   nomor: 450/Menkes/SK/IV/2004  tentang  Pemberian  ASI  secara  eksklusif pada bayi di Indonesia. Sebagai bentuk kepedulian dan sangat pentingnya ASI bagi bayi, pada tahun 2012 telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33 tentang Pemberian ASI Eksklusif dan telah diikuti dengan diterbitkannya 2 (dua) Peraturan Menteri Kesehatan yaitu   :   Permenkes   Nomor   15   Tahun   2013   tentang   Tata   Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air Susu Ibu dan Permenkes Nomor  39 Tahun 2013 tentang Susu Formula Bayi dan Produk Bayi Lainnya.

Ibu menyusui yang pada awalnya sukses menyusui dapat mengalami kesulitan dan tantangan pada saat beberapa minggu atau beberapa bulan usai persalinan, yang terlihat dari grafik cakupan ASI Eksklusif yang  mengalami  penurunan pada  waktu  tersebut.  Saat  dimana  ibu tidak mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan adalah saat dimana dukungan dari komunitas sekitarnya sangat diperlukan.

Konseling oleh  teman sebaya  merupakan upaya  yang  efektif dalam menjangkau lebih banyak ibu untuk sukses menyusui. Konselor teman sebaya umumnya seseorang yang berasal dari komunitas sekitar ibu yang telah dilatih untuk membantu ibu menyusui. Kunci keberhasilan praktik menyusui adalah melalui dukungan yang terus menerus dan berkelanjutan kepada ibu menyusui baik di rumah dan komunitas sekitarnya.

Dukungan pihak/sektor kesehatan diantaranya melalui penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) atau Fasilitas Kesehatan Sayang Bayi sangat penting dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI. Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi sampai 6 bulan meningkat dari 33,6 % pada tahun 2010 menjadi 38,5% pada tahun 2011. Namun cakupan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0–6 bulan di Indonesia tahun 2012 menunjukkan penurunan dari 63,4 % menjadi 54,3%  pada  tahun 2013. Masih rendahnya cakupan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi beberapa hal, terutama masih terbatasnya  tenaga  konselor  menyusui  di  fasilitas  pelayanan kesehatan,   belum   maksimalnya   kegiatan   edukasi,   advokasi Kampanye terkait pemberian ASI maupun MP-ASI,   masih rendah,  ketersediaan sarana dan prasarana KIE ASI dan MP-ASI serta belum optimalnya pembinaan kelompok pendukung ibu menyusui. Untuk itu dalam rangka terus mengkampanyekan dukungan terhadap ibu menyusui, pemerintah Indonesia akan melaksanakan serangkaian kegiatan Penyelenggaraan Pekan ASI Sedunia Tahun 2014. Selengkapnya