Menyambut Babak Baru Health Tourism di Indonesia

Dipublikasikan Pada : Rabu, 13 Agustus 2014, Dibaca : 1840 Kali  

cats

Istilah health tourism kian marak di dunia, seolah menjadi tren baru bagi setiap Negara untuk menggaet wisatawan internasional untuk datang ke negara tersebut, lalu bagaimanakah dengan Indonesia ?

Negara yang terkenal dengan gugus seribu pulau dan kearifan lokalnya ini tidak kalah sibuknya mempersiapkan strategi ini, hal ini dengan ditandainya pembentukan tim wisata kesehatan yang dikukuhkan dengan SK Menkes pada tahun 2012, dan dilanjutkan dengan MoU antara menteri kesehatan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam surat keputusan bersama nomor 412/Menkes/SKB/XI/2012 dan nomor NK/30/PW.202/MPEK/2012 pada bulan November 2012 di hotel bidakara.

Pada tahun 2013 dibuat Perjanjian Kerja Sama antar Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tentang Pengembangan Wisata Kesehatan Nomor: HK.05.01/IV/295/2013. Nomor : PK11/KS.001/SEKJEN/KPEK/2013. Berdasarkan Nota Kesepahaman tersebut Tugas Dan Tanggung Jawab Kemenkes adalah Menyusun standar pedoman fasilitas dan SDM dalam hal pelayanan kesehatan, Melakukan penelitian dan pengembangan wisata kesehatan dan Menetapkan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau griya sehat dalam hal wisata kesehatan.

health tourism itu sendiri adalah sebuah Wisata dengan tujuan meningkatkan kesehatan perorangan Kebijakan wisata kesehatan yang

berkesinambungan yang merupakan strategi pembangunan nasional sektor pariwisata dan kesehatan secara terpadu serta berkesesuaian dengan potensi nasional, karakterisitik lingkungan, dan sosio kultural.

Dalam pelayananannya health tourism dibagi menjadi dua bagian, yang pertama medical tourism dan yang kedua wellness tourism. Di dalam medical tourism sendiri ada dua pengertian yaitu sebagai medical tourism dimana wisatawan datang ke Indoneisa untuk mencari pengobatan dan Medical traveling dimana wisatawan yang datang untuk berwisata tetapi membutuhkan pelayanan medis karena sesuatu hal. Misalnya kecelakaan atau sakit, selanjutnya wellness tourism mengedepankan pelayanan kesehatan promotif dan prefentif dimana SPA dan Jamu yang merepresentasikan kearifan budaya bangsa dikedepankan menjadi produk unggulan yang akan ditawarkan.

jamu

Direktorat Bina Pelayanan Tradisional, Alternatif dan Komplementer berperan aktif dalam mendukung program ini, Dan pada tahun ini program health tourism sudah mendekati babak final dimana Pedoman Pelayanan Spa sudah ditetapkan dalam Permenkes No. 8 Tahun 2014, dan menunggu Pedoman Wellness Tourism dan Medical Tourism sedang dalam proses penyusunan.

Dibawah arahan Bapak Sesjen program ini ditargetkan untuk bisa berjalan akhir tahun ini dimana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai Pilot Projectnya, semoga program yang baik ini dapat dilaksanakan sesuai target yang telah ditentukan terutama dalam mengawali Era perdagangan bebas pada tahun 2015 mendatang.