28% Penduduk Indonesia, Isinya Anak Sekolah

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 21 Agustus 2015, Dibaca : 1021 Kali   JAKARTA---Anak usia sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia pada masa yang akan datang. Dari jumlahnya yang besar yaitu sekitar 28% dari jumlah penduduk, anak usia sekolah merupakan investasi bangsa yang potensial tetapi rawan karena berada dalam periode pertumbuhan dan perkembangan Hal ini diungapkan Direktur Bina Kesehatan Anak,  dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, ketika membacakan laporan panitia pada acara tatap muka Kementerian Kesehatan dengan para pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional  di Gedung Kemenkes, Jakarta, pada Selasa (18/8) kemarin. Direktur Bina Kesehatan Anak, ketika membacakan laporan panitia pada acara tatap muka para pememang Lomba Sekolah Sehat Tk.Nasional 2015 di Jakarta Direktur Bina Kesehatan Anak, ketika membacakan laporan panitia pada acara tatap muka para pememang Lomba Sekolah Sehat Tk.Nasional 2015 di Jakarta   Dalam menghadapi berbagai masalah kesehatan tersebut, kata dr.Jane, sekolah memiliki peran yang penting untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didiknya. Pentingnya kesehatan sekolah tertuang dalam Undang-Undang Kesehatan No.36 tahun 2009 pasal 79 yang berbunyi ”Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas”. Lebih jauh dr.Jane sampaikan bahwa,  Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai salah satu program yang langsung berhubungan dengan anak sekolah sudah dirintis sejak tahun 1956. Mulai tahun 1984 diperkuat dengan terbitnya surat keputusan bersama 4 Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama.  Pada tahun 2014 telah diterbitkan Peraturan Bersama 4 Menteri tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/ Madrasah. Salah satu upaya untuk memotivasi pembinaan dan pelaksanaan UKS di Indonesia, sejak tahun 1991 setiap tahunnya diselenggarakan Lomba sekolah Sehat Tingkat Nasional. “Lomba ini tidak saja menilai keberhasilan sekolah melaksanakan program UKS, namun juga mengevaluasi tingkat keberhasilan pembinaan secara berjenjang yang dilakukan oleh Tim Pembina UKS di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan di wilayah kerjanya”,ujar dr.Jane. Acara dialog tanya  jawab dengan para pemenang lomb Acara dialog tanya jawab dengan para pemenang lomba Pada acara tersebut selain dilakukan dialog para pemenang lomba dengan Kemenkes dan perwakilan Kemendikbud juga dilakukan penyerahan hadiah dan piagam kepada para pemenang dengan kategori pencapaian terbaik dan kinerja---(fey)-