Dirjen Bina Gizi dan KIA : “Nanti, Tiap Siswa Punya Buku Rapor Kesehatan”

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 21 Agustus 2015, Dibaca : 944 Kali  

JAKARTA---Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, dr.Anung Sugihantono, M.Kes, dihadapan para pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional ketika memberikan sambutannya mengatakan bahwa, semua siswa nantinya akan memiliki buku rapor kesehatan.

“Kementerian Kesehatan sedang menyusun rapor kesehatan yang nantinya akan digunakan semua siswa dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMA dimana buku ini tidak terpisahkan dari buku kesehatan ibu atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan Buku Pink” ungkap  dr.Anung.

Dirjen Bina Gizi dan KIA ketika memberi sambutan pada acara tatap muka dengan para pemenang Lomba Sekolah Sehat Tk.Nasional 2015 di Jakarta Dirjen Bina Gizi dan KIA ketika memberi sambutan pada acara tatap muka dengan para pemenang Lomba Sekolah Sehat Tk.Nasional 2015 di Jakarta

Ke depannya, rapor kesehatan dapat digunakan sebagai persyaratan dalam berbagai hal, misalnya untuk mendapat beasiswa, dan lain-lain. Buku raport kesehatan ini berisi tentang catatan kesehatan anak termasuk riwayat persalinan atau kelahiran anak dan cakupan imunisasi yang nantinya terintegrasi dengan buku monitoring kehamilan dan balita. Dengan cara demikian, buku saku kesehatan akan lebih komprehensif dan lebih lengkap.

Dengan rapor kesehatan, lanjut dr.Anung, akan banyak manfaat yang bisa didapatkan, salah satunya adalah bila ada anak dengan gangguan atau keterlambatan dalam mengerti pelajaran yang diberikan, dapat di analisis melalui buku kesehatan ini, apakah dulu ketika mereka bayi terdapat permasalahan seperti BBLR, ketuban pecah dini, dan sebaginya.

Foto bersama dengan para pemenang Foto bersama dengan para pemenang

Acara tatap muka dan dialog antara Menteri Kesehatan dengan para pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Tahun 2015 yang diselenggarakan di Aula Adyatma Gedung Kemenkes, Jakarta pada Selasa (18/8) kemarin, dihadiri oleh para pemenang lomba yang berjumlah 72 orang, terdiri dari unsur Kepala Sekolah, Tim Pembina UKS tingkat Kab/kota dan petugas puskesmas berasal dari 16 Provinsi yaitu: Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Bali. -(fey)-