PENCEMARAN LINGKUNGAN – ANCAMAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Dipublikasikan Pada : Rabu, 26 Agustus 2015, Dibaca : 1223 Kali   dr. Jane Soepardi, MPH, Dsc, Direktur Bina Kesehatan Anak menyampaikan laporan panitia dr. Jane Soepardi, MPH, Dsc, Direktur Bina Kesehatan Anak menyampaikan laporan panitia Jakarta – Senin, 24 Agustus 2015 yang lalu Direktorat Bina Kesehatan Anak menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Lindungi Buah Hati Kita dari Bahaya Pencemaran Lingkungan”. Seminar ini merupakan salah satu bagian dari serangkaian seminar yang diadakan oleh Direktorat Bina Kesehatan Anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional tahun 2015 pada tanggal 24-26 Agustus 2015. “Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, lintas program, lintas sektor, organisasi profesi dan pemangku kebijakan akan bahaya pencemaran lingkungan terhadap kesehatan anak,” ungkap dr. Jane Soepardi,MPH, Dsc, Direktur Bina Kesehatan Anak di Ruang Siwabessy Kementerian Kesehatan RI, tempat diselenggarakannya seminar.     Pak Anung Dirjen Bina Gizi dan KIA, dr. Anung Sugihantono, M.Kes memberikan kata sambutan di awal acara Anak-anak merupakan generasi penerus pembangunan negara dan investasi Indonesia menuju negara maju yang dapat diperhitungkan di tingkat global. Salah satu penentu negara ini memiliki investasi sumber daya manusia yang berkualitas adalah pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Indonesia. Anak tumbuh dan berkembang secara optimal jika kebutuhan akan nutrisi terpenuhi, mendapatkan stimulasi perkembangan, pencegahan terhadap penyakit serta pelayanan kesehatan yang memadai. Dirjen Bina Gizi dan KIA Dr. Anung Sugihantono, M.Kes mengatakan, “Penyakit yang diderita oleh anak-anak sendiri dapat disebabkan oleh faktor genetik, namun sebagian besar disebabkan karena terpaparnya anak-anak oleh bakteri, virus, jamur dan zat-zat berbahaya yang tersebar di lingkungan sekitarnya.” Saat ini masalah pencemaran lingkungan sudah menjadi isu global yang harus ditangani secara bersama-sama. Tidak hanya di Indonesia, dalam panel diskusi Mr.Sharad Prasad Adhikary  perwakilan dari WHO mengatakan bahwa pencemaran dan kerusakan lingkungan yang berimbas pada munculnya berbagai penyakit terjadi dimana-mana. Bahkan hampir sepertiga dari kematian 6,6 juta anak usia dibawah 5 tahun tiap tahunnya adalah terkait dengan masalah lingkungan. Diharapkan gerakan dan kebijakan yang ditetapkan WHO dapat seiring sejalan dengan peran serta dan kebijakan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang bersih sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan di Indonesia. Para Peserta Seminar "Lindungi Buah Hati Kita dari Bahaya Pencemara Lingkungan" Para Peserta Seminar "Lindungi Buah Hati Kita dari Bahaya Pencemara Lingkungan" Kondisi di Indonesia sendiri sudah sangat memprihatinkan. Dede Anwar Musadad, SKM, M.Kes dari Badan Litbangkes Kemenkes RI mengungkapkan dalam panel diskusi bahwa pencemaran lingkungan di Indonesia telah merata, mulai dari pencemaran di wilayah tambang emas, penggunaan pestisida untuk lahan pertanian, pencemaran wilayah aneka industri, tambang batubara, hingga sentra daur ulang baterai dan aki bekas hampir di seluruh pulau di Indonesia. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat lingkungan ini sangat dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak. dr. Irene Yuniar,SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia  mengungkapkan hal ini sangat membahayakan kesehatan anak-anak, mereka akan rentan terhadap berbagai penyakit akibat lingkungan tercemar yang akan berimbas pada gangguan tumbuh kembang anak. “Mulai dari sekarang orangtua harus mulai menjaga anak-anaknya dari paparan lingkungan tidak sehat, dimulai dari memperhatikan kebersihan lingkungan rumah, bersama guru menjaga lingkungan sekolah dan tempat bermain anak.” himbau dr. Tri Edi Budhi Soesilo, M.Si dari Kajian Lingkungan Hidup Pascasarjana UI dalam paparannya. Dengan demikian hak anak untuk tetap tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sehat dapat terwujud. (humas)