Semua Terintegrasi di Buku KIA

Dipublikasikan Pada : Sabtu, 26 Agustus 2017, Dibaca : 94 Kali  

Dirjen Kesmas bersama Dir. Kesga Membuka Pertemuan Sosialisasi Buku KIA

JAKARTA - Banyak upaya yang telah dilakukan untuk dapat menurunkan AKB dan AKBAL. Secara umum Angka Kematian Anak menunjukkan penurunan yang lambat.  Angka Kematian Neonatal mengalami stagnasi 10 tahun terakhir yaitu 20/1.000 kelahiran hidup pada SDKI 2007 menjadi 19/1.000 pada SDKI 2012. Padahal kematian neonatal merupakan proporsi yang besar dari kematian bayi (59%) dan balita (47%). Angka kematian bayi hasil SDKI 2012 adalah 34/1.000 kelahiran hidup pada SDKI 2007 menjadi 32/1.000 pada SDKI 2012. Angka kematian balita adalah 44/1.000 kelahiran hidup pada SDKI 2007 menjadi 40/1.000 pada SDKI 2012.

 

Upaya yang dilakukan Kemenkes adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan  buku Kesehatan Ibu dan Anak Buku (KIA) dalam menunjang kesehatan ibu dan anak melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang telah diakui keefektifannya oleh banyak negara. Buku KIA merupakan wahana untuk mengintegrasikan konsep kesehatan ibu dan anak; sebagai media informasi  pada keluarga dan masyarakat, sekaligus media pencatatan; sehingga perlu selektif bila akan menambahkan materi yang  ada dalam Buku KIA.

 

Hal itu disampaikan pada pertemuan Sosialisasi Buku KIA bagi Kementerian/Lembaga terkait, lintas program terkait, organisasi profesi, organisasi penyelenggara pendidikan dan organisasi kemasyarakatan di Jakarta (25/8) yang diselenggarakan oleh Direltorat Kesehatan Keluarga, Ditjen Kesmas. 

 

Selain itu juga dharapkan meningkatnya komitmen dan peran serta Kementerian/Lembaga terkait dalam pemanfaatan buku KIA dalam program yang dapat diintegrasikan. (bgs)