SEHAT IS MY WAY

Dipublikasikan Pada : Kamis, 27 Agustus 2015, Dibaca : 1742 Kali   peserta Siswa siswi peserta seminar "Sehat Is My Way" Jakarta (26/08) – Sejak pagi Ruang Siwabessy Kementerian Kesehatan RI sudah diramaikan oleh siswa-siswi berseragam pramuka. Mereka adalah peserta Seminar bertajuk “Sehat is My Way” yang diadakan oleh Direktorat Bina Kesehatan Anak. Seminar ini adalah seminar ketiga yang diadakan oleh Direktorat Bina Kesehatan Anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2015. Sebanyak 250 orang siswa dari berbagai sekolah SMP SMA sederajat di Jakarta ikut memeriahkan seminar yang memang dikhususkan bagi para remaja tersebut. “Seminar ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja dalam meningkatkan derajat kesehatan mereka sendiri baik secara biologis, psikologis, sosial maupun kultural yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas dan akhlak mereka dimasa yang akan datang,” ungkap dr. Jane Soepardi, MPH, Dsc, Direktur Bina Kesehatan Anak saat menyampaikan laporan panitia. Masalah remaja kini sudah semakin kompleks dengan berbagai penyakit yang mengintainya. Oleh karena itu, strategi intervensi bagi kesehatan remaja salah satunya yaitu dengan meningkatkan partisipasi aktif remaja dalam meningkatkan kesehatannya. Dalam seminar ini, peserta dibekali pengetahuan tentang bagaimana menghadapi pubertas dan hasrat seksual, serta risiko pergaulan bebas yang sangat dekat dengan remaja yaitu kehamilan dan berbagai risiko penyakit yang menyertainya. Dalam panel diskusinya, dr. Arietta Poesponegoro, SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UI mengatakan bahwa pada masa pubertas, remaja cenderung memiliki hasrat seksual yang tinggi dan berusaha mencari tahu informasi untuk memenuhi hasratnya. “Jika hasrat itu tidak terkontrol, remaja akan jatuh dalam kecanduan seksual yang dapat menggiring remaja pada pergaulan bebas,” tambahnya. Oleh karena itu mereka sangat membutuhkan peran serta orangtua dan guru sekolah untuk membimbing dan mengarahkan anak-anaknya dalam masa remajanya. Dalam seminar ini dibahas pula tentang Remaja sehat yang disampaikan oleh Dr. Jusni Solichin, SpKJ dari RS Dharmawangsa. “Remaja sehat tidak hanya dilihat dari fisiknya saja yang sehat,tapi harus sehat jiwa dan sehat sosial,” ungkap dr. Jusni. Sehat fisik dapat dilihat dari bebasnya remaja dari rokok, alkohol, narkoba dan seks bebas, serta fisik yang bebas dari berbagai penyakit. Sehat jiwa tidak sekedar bebas dari gangguan jiwa, tapi juga anak mempunyai perasaan yang sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain apa adanya, mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan oranglain. Sementara sehat sosial berarti anak dapat menjalin interaksi, bersosialisasi dan berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Selain itu anak dapat mengutamakan kerjasama dan kebersamaan dengan orang lain, tidak egois dan tidak menyendiri serta memiliki empati terhadap oranglain. Masa remaja adalah masa yang sangat berharga. Masa inilah yang akan menentukan kepribadian dan karakter seorang anak. Dalam sambutannya, Dirjen Bina Gizi dan KIA, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menghimbau agar seluruh orangtua, guru, seluruh masyarakat serta remaja itu sendiri peduli pada kesehatan remaja walaupun secara fisik remaja terlihat sehat. “Mari orang tua, guru, dan adik remaja untuk bergandengan tangan melakukan berbagai kegiatan positif, berperilaku hidup bersih dan sehat agar remaja sebagai generasi penerus bangsa akan memiliki masa depan yang cerah,” pungkasnya. (humas) panitia dr. Arietta Poesponegoro, SpOG(K) (Ketiga dari kiri) dan Dr. Jusni Solichin, SpKJ(K) (keempat dari kiri) bersama panitia dan pengisi acara