Orientasi Kesehatan Kerja dan Olahraga dukung pencapaian Indikator Program

Dipublikasikan Pada : Rabu, 02 September 2015, Dibaca : 1989 Kali   Semarang (23/8) -- Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga tengah melaksanakan kegiatan orientasi kesehatan kerja dan olahraga di 22 provinsi dimulai sejak bulan Agustus-September 2015. Kegiatan orientasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait upaya kesehatan kerja dan olahraga di puskesmas, membangun komitmen peserta dalam pelaksanaan upaya kesehatan kerja di puskesmas dan dapat melakukan pencatatan dan pelaporan. Peserta yang diundang adalah kepala puskesmas dan pengelola program kesehatan kerja dan olahraga di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kegiatan ini berjalan selama tiga hari diikuti oleh 60 orang per angkatan. SAat Pembukaan Orientasi Saat Pembukaan Orientasi Kegiatan ini didahului dengan acara pembukaan oleh Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA dr Anung Sugihantono, MKes dan ucapan selamat datang oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Selanjutnya acara diisi dengan beberapa materi yang disampaikan oleh tim fasilitator. Materi yang disampaikan yaitu Kebijakan Kesehatan Kerja dan Olahraga, Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar, Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Puskesmas, Pencatatan dan pelaporan, Jabatan fungsional kesehatan kerja, dan Presentasi peserta sebagai hasil bedah buku. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah parsipatori dimana para peserta lebih aktif dalam menyampaikan masukan-masukan dan pengetahuan terkait upaya kesehatan kerja dan olahraga. Metode tersebut dimulai dengan perkenalan menggunakan permainan, pencairan suasana, penyampaian harapan dan kekhawatiran setelah kegiatan, penetapan komitmen belajar, pembagian kelompok peserta, menuliskan pemahaman individual kemudian ditempelkan pada kain sebagai pengganti papan menggunakan sticky cloth.

Recently UpdatedSaat bedah buku, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok diberikan satu judul buku  sesuai materi yaitu Pengantar Penyakit Akibat Kerja, Pedoman GP2SP, Pedoman Pos UKK, Pedoman Manajemen Risiko dan Pedoman Peningkatan Kebugaran Jasmani di Tempat Kerja untuk dibedah, kemudian mempresentasikan hasil bedah buku kepada kelompok lain. Setelah itu, fasilitator membahas materi yang telah dipresentasikan. Kegiatan ditutup dengan membuat rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh puskesmas/dinas kabupaten dalam melaksanakan program kesehatan kerja dan olahraga di tempatnya masing-masing.

Indikator program Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga sesuai dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 meliputi persentase puskemas yang menyelenggarakan upaya kesehatan kerja dasar sebesar 40% dari seluruh puskesmas, Persentase Puskesmas yang melaksanakan kegiatan kesehatan olahraga pada kelompok masyarakat di wilayah kerjanya sebesar 20% dari seluruh puskesmas, Persentase fasilitas pemeriksaan kesehatan TKI yang memenuhi standar sebesar 100% dari seluruh puskesmas, dan Jumlah pos UKK yang terbentuk di daerah PPI / TPI sebanyak 230 pos UKK. Salah satu upaya untuk mencapai indikator tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan orientasi kesehatan kerja dan olahraga ke seluruh provinsi. (Dara)