Belajar Buku KIA di Third Country Training Program

Dipublikasikan Pada : Senin, 04 September 2017, Dibaca : 238 Kali  

Peserta workshop Third Country Training Program (TCTP) ke 9 di Suamatera Barat

PADANG - Buku KIA merupakan media informasi, edukasi sekaligus media pencatatan bagi ibu sejak hamil hingga anak menginjak usia prasekolah. Di Indonesia buku ini sudah digunakan sejak tahun 1997 sebagai pilot project JICA di Salatiga.  Analisis Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa ibu  yang mempunyai Buku KIA, mempunyai perilaku yang lebih baik terhadap kesehatan ibu dan anak. Buku KIA jugaterbukti efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ibu hamil, bayi dan balita.

 

Indonesia termasuk salah satu negara yang dinilai baik dalam perkembangan pemanfaatan Buku KIA. Karena itu, sejak 2007, Kementerian Kesehatan (Direktorat Kesehatan Keluarga Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat) bekerja sama dengan JICA,  telah mengadakan workshop Third Country Training Program (TCTP) sebanyak 8 kali.

 

TCTP adalah forum berbagai negara untuk mendapatkan pembelajaran dari pelaksanaan pemanfaatan buku KIA di Indonesia sekaligus tempat untuk berbagi informasi tentang pelaksanaan pemanfaatan buku KIA di negara peserta.  Pada tahun 2017 ini, TCTP ke 9  dengan tema Enhancing the Quality of Maternal and Child Health Program and the Implementation of Maternal and Child Handbook in 2017 through Community Empowerment dilaksanakan di Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 3 – 8 September 2017. Kegiatan diikuti oleh 26 peserta yang mewakili 6 negara, yaitu Afghanistan, Kenya, Filipina, Tajikistan, dan Thailand termasuk dari Indonesia. 

 

Pembukaan dilaksanakan di hotel Pangeran Beach TCTP, diawali dengan sambutan dr Anung Sugihantono, MKes selaku Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kepala Biro Kerjasama Teknis Luar Negeri, Sekretariat Negara, Senior Representative JICA Indonesia, dan selanjutnya dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, secara simbollis dengan memukul talempong.

 

Dirjen Kesmas dr. Anung Sugihantono, MKes

Pada kesempatan ini, Dr. Anung Sugihantono, MKes menyampaikan harapan, melalui pertemuan ini dapat menginspirasi peserta dan belajar lebih banyak dari pengalaman negara lain dalam penerapan Buku KIA. Selain itu, JICA sebagai mitra pendukung, diharapkan dapat mengadakan forum lain untuk  lebih memperkuat pelaksanaan Buku KIA di Indonesia.

 

Selama 3 hari ke depan (5 – 7 September), peserta akan mengunjungi Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung, untuk mengikuti kegiatan implementasi di lapangan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kabupaten Sijunjung, dengan inovasinya memberdayakan peran lansia dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui kegiatan Parade Lansia. Kota Sawahlunto  memberdayakan para suami dalam kelas ibu hamil; selain itu juga mengintegrasikan, mensinergikan pelaksanaan Posyandu balita, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta Bina Keluarga Balita.

 

Melalui kegiatanTCTP ini, juga diharapkan dapat lebih memotivasi pemerintah daerah, menemukan hal inovatif dalam implementasi Buku KIA untuk meningkatkan  kualitas layanan KIA di Indonesia. (myg)