Komitmen Asean Dalam Melindungi Kesehatan Pekerja Migran Dan Populasi Khusus

Dipublikasikan Pada : Kamis, 12 September 2019, Dibaca : 245 Kali  

Surabaya - Berdasarkan UN Department of Economic and Social Affairs pada tahun 2017 migran terbesar berasal dari ASIA yakni sebanyak 86.9 juta orang dan peputaran migrasi pekerja migran di ASEAN sebanyak 7 juta orang. Tingginya perputaran migrasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya berbagai gesekan permasalahan diberbagai bidang terutama pada akses pelayanan kesehatan bagi migran.  

 

Untuk mengurangi permasalahan dan memberikan perlindungan terhadap migran, ASEAN telah melakukan berbagai hal diantaranya menyepakati ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers yang ditandatangani oleh 10 kepala negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-31 pada tanggal 14 November 2017 di Manila, Filipina. Selain itu, dibawah program kerja ASEAN Health Cluster 3 tentang Penguatan Sistem Kesehatan dan Akses pelayanan kesehatan, melakukan fokus pada pengembangan kerangka kerja dan melakukan analisis situasi cakupan kesehatan migran terdokumentasi termasuk pekerja migran dan populasi khusus seperti ibu dan anak baik di negara pengirim maupun negara penerima.     

 

Dalam menyepakati dokumen kerangka kerja dan analisis situasi migran diselenggarakan Regional Consultative Meeting Development Of Asean Framework On Health Coverage For Documented Migrants Including Migrant Workers And Special Population (E.G. Mother And Child) And Asean Regional Situationer On Migrant Health, di Shangri La Hotel Surabaya pada tanggal 10 sampai dengan 12 September 2019, yang dihadiri oleh Negara Anggota ASEAN, International Organization for Migration (IOM), Senior Labour Officials Meeting (SLOM),  Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta WHO melalui webinar.

 

Pertemuan yang dibuka oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH tersebut merupakan pertemuan lanjutan, yang sebelumnya dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di Manilla Philiphine. Dalam sambutan pembukaannya Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, mengingatkan kembali permasalahan kesehatan yang terdapat pada ASEAN Consensus “bahwa konsensus ini menegaskan tanggung jawab bersama dan seimbang dari negara-negara Anggota Penerima dan Pengirim ASEAN untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak pekerja migran dan anggota keluarga mereka dalam seluruh proses migrasi dan yakin akan membantu membangun kerangka kerja sama untuk pekerja migran di negara tersebut”.

 

Pertemuan kali ini menghasilkan kerangka kerja yang akan disirkulasikan kepada setiap Anggota Negara ASEAN untuk dimintakan masukan akhir dan kemudian dimintakan persetujuan pada pertemuan ASEAN Health Cluster 3 agar dapat disahkan di SOMHD yang akan dilaksanakan akhir tahun 2019. Selain kerangka kerja, pertemuan ini menghasilkan pula draft analisis situasi cakupan kesehatan pekerja migran dan populasi khusus (ibu dan anak). Dari kerangka kerja dan analisis situasi yang disepakati Regional Consultative Meeting diharapkan dapat meningkatkan perlindungan dalam penjaminan kesehatan pekerja migran dan keluarganya.(dk)