“Menyusui Sebagai Kemenangan Untuk Kehidupan”

Dipublikasikan Pada : Rabu, 17 September 2014, Dibaca : 1196 Kali  

JAKARTA -- Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, Dr.Anung Sugihantono,M.Kes ketika memberikan sambutan dalam membuka acara Peringatan puncak hari Pekan ASI Sedunia yang diselenggarakan di Balai Kartini Jakarta,15/9/2014 lalu, menyampaikan bahwa perayaan Pekan ASI sedunia dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI kepada bayi.

ASI merupakan ‘makanan’ terbaik yang mengandung gizi paling lengkap untuk bayi dan sesuai untuk pencernaan, perkembangan otak dan pertumbuhan bayi. ASI juga yang dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh si kecil. Selain itu pemberian ASI minimal selama 6 bulan dapat menghindarkan si kecil dari obesitas atau kelebihan berat badan. ASI membantu menstabilkan pertumbuhan lemak bayi sehingga nantinya akan terhindar dari kelebihan atau kekurangan berat badan.

foto1

Peringatan puncak hari Pekan ASI Sedunia (PAS) tahun 2014 mengangkat tema global Breastfeeding: A Winning Goal for life atau menyusui “Sebagai Kemenangan untuk kehidupan” Puncak PAS merupakan salah satu bentuk upaya perlindungan, promosi, dan mendukung kegiatan menyusui.

Tentang hal ini, dr.Anung sampaikan bahwa, tema Pekan ASI Sedunia ini seharusnya dapat mengingatkan kita akan pentingnya menyusui untuk kelangsungan hidup anak bukan sekedar sebuah seremonial, karena menurutnya menyusui sangat penting untuk menciptakan generasi sehat dan cerdas yang nantinya menentukan masa depan Indonesia.

"Anak merupakan pewaris dan penerus generasi yang akan meneruskan cita-cita luhur bangsa. Oleh karena itu, kita perlu memberikan dukungan yang kondusif agar anak tumbuh berkembang secara optimal," tutur dr. Anung.
Salah satu bentuk dukungannya adalah memberikan hak-hak dasar bayi seperti pemenuhan kebutuhan makanan, yaitu ASI, sandang, perumahan dan perlindungan, serta

penghargaan terhadap hak-hak asasi dari anak tersebut. Pemenuhan hak-hak bayi inipun telah diatur dan dijamin dalam Undang-Undang nomor 36 tahun 2009, tentang Kesehatan khususnya pasal 128.

"Dinyatakan dalam pasal tersebut bahwa setiap bayi berhak mendapatkan ASI ekslusif. Pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung pemenuhan hidup bayi secara utuh dengan menyediakan waktu dan tempat khusus untuk pemberian air susu ibu," tutupnya.

foto2

 

Direktur Bina Gizi Masyarakat, dr. Doddy Izwardy, mengatakan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dari tema Pekan ASI Sedunia 2014 itu.

"Diantara langkah tersebut yang menjadi sorotan adalah pentingnya untuk mengambil tindakan nyata dalam upaya promosi, melindungi, dan mendukung menyusui, sebagai bagian dari upaya intervensi dalam mengejar capaian MDGs, dan target lainnya setelah 2015," ujarnya.

 

@fey.-