Puncak Acara Pekan ASI Tahun 2015

Dipublikasikan Pada : Senin, 21 September 2015, Dibaca : 1411 Kali    

Dr Ell Zabeth Jane Supardi Direktur Bina Kesehatan Anak sambutan pada acara pembukaan

Jakarta - Puncak Acara Pekan Air Susu Ibu (ASI) sedunia tahun 2015 berlangsung tanggal 14 September 2015 di Ruang Serba Guna Reroja, Gedung Bulog, Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri sebanyak 400 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi di seluruh Indonesia, Kementerian, rumah sakit, lembaga atau kelompok pendukung ASI, perkumpulan serikat pekerja, perusahaan, para akademisi, organisasi profesi kesehatan dan organisasi keagamaan. Dr Elizabeth Jane Supardi Direktur Bina Kesehatan Anak mewakili Menteri Kesehatan berkesempatan untuk membuka acara,  dalam sambutannya menyampaikan Pekan ASI sedunia dilaksanakan setiap tahun pada awal bulan Agustus dengan tema yang berbeda-beda tiap tahunnya. Tema global Pekan ASI Sedunia tahun 2015 ini adalah ”Breastfeeding and Work, Let’s make it work” sedangkan tema nasional adalah ”Mari Dukung Menyusui di Tempat Kerja”yang baru dapat dilaksanakan pada bulan september. Dr. Jane mengatakan  bahwa Jumlah angkatan kerja terus meningkat setiap tahunnya dan saat ini mencapai 121,2 juta dengan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 114 juta jiwa (94%), 38% diantaranya adalah pekerja perempuan (43,3 juta jiwa) yang 25 juta diantaranya berada pada usia reproduktif.   “Pemerintah telah membuat berbagai peraturan yang mengatur tentang pemberian ASI di tempat kerja seperti UU Kesehatan No.39/2009 pasal 128, UU Ketenagakerjaan No. 13/2009 pasal 83, Peraturan Pemerintah No 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air Susu Ibu. Implementasi peraturan-peraturan tersebut selain dapat meningkatkan cakupan ASI Eksklusif nasional juga dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas pekerja perempuan.” ukapnya Tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum terlaksananya penyediaan fasilitas khusus menyusui dan/atau memerah air susu ibu secara menyeluruh dan merata  di sisi lain, promosi susu formula dilakukan dengan sangat gencar. Selain itu, kegiatan edukasi, advokasi, dan kampanye terkait pemberian ASI dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) juga belum maksimal dilakukan. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana ruang ASI, KIE ASI dan MP-ASI juga belum optimal. Data dari International Labour Organization (ILO) Jakarta tahun 2015 menyebutkan dari 142 perusahaan yang termasuk dalam daftar Better Work Indonesia (BWI), hanya terdapat 85 perusahaan yang memiliki ruang ASI Faktor yang disinyalir mempengaruhi dan menyebabkan rendahnya pemberian ASI eksklusif di Indonesia adalah belum semua Rumah Sakit menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).  

pemberian hadiah para pemenang lomba “Dengan ASI, Baduta Sehat, Ibu Bekerja Produktif”

Beberapa Narasumer dalam mengisi acara dari Kementrian Ketenagakerjaan, Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, IKML, APINDO dan Perusahaan yang telah mempunjai ruang Laktasi seperti PT. Daenong Global di Subang. Selain itu, penyerahan hadiah pemenang lomba “Dengan ASI, Baduta Sehat, Ibu Bekerja Produktif” yang diikuti oleh perwakilan dari beberapa propinsi di Indonesia Juara I s.d 3 dan harapan 1 s.d 3 Kegiatan Pameran yang diikuti sebanyak 10 Stand dari Kementerian Kesehatan, BUMN dan Organisasi Profesi turut mengisi acara puncak ini.         Pur- Humas