"Lebih Dekat" dengan Traditional Medicine di Konferensi ASEAN ke 5

Dipublikasikan Pada : Senin, 22 September 2014, Dibaca : 1079 Kali  

a

Myanmar Yangon -- Pada tanggal 8 – 13 Agustus 2014 bertempat di Summit Parkview Hotel, Yangon, Myanmar telah diselenggarakan rangkaian pertemuan yang terdiri dari The 5th ASEAN Conference on Traditional Medicine in ASEAN Countries, di tanggal 8 – 11 Agustus 2014, serta The 5th ASEAN Task Force on on Traditional Medicine (ATFTM) Meeting di tanggal 12 -13 Agustus 2014 The 5th ASEAN Traditional Medicine Conference mengangkat tema “Strengthening TM Practices And Personnel Through Training & Education To Promote  The Integration of TM / CAM  in National Health Care System“, diselenggarakan  dengan tujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan Pengobat Tradisional melalui pendidikan dan pelatihan, mempromosikan dan mengintegrasikan obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional di setiap Negara Anggota ASEAN, menguatkan kapasitas setiap negara Anggota ASEAN untuk melaksanakan penelitian obat tradisional yang aman, bermanfaat, bermutu dan berkualitas serta pertukaran informasi dari hasil-hasil penelitian dan meningkatkan kerjasama diantara negara Anggota ASEAN dengan melanjutkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Focal Point dari masing-masing negara Anggota ASEAN .   The 5thConference dihadiri  para focal point, ahli, lecture, peneliti, dan praktisi TM/CAM di negara anggota ASEAN, WHO,Nippon Foundation, dan Sekretariat ASEAN. Delegasi Indonesia diwakili oleh Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer, Ditjen Bina Gizi dan KIA dr. H.R. Dedy Kuswenda,MKes  didampingi Kepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu Badan Litbangkes, perwakilan dari Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer, Kasubdit Produksi dan Distribusi Obat & Obat Tradisional, dan Kasie Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi.   Pertemuan The 5th ASEAN Conference on Traditional Medicine dibuka oleh Menteri Kesehatan Myanmar, H.E.Dr.Than Aung. Dalam sambutan pembukaannya, Menkes Myanmar menyampaikan bahwa pengobatan tradisional sudah sejak lama dan turun-temurun digunakan oleh negara di Asia, khususnya oleh (Asean Member State) AMS. Saat ini banyak dilakukan penelitian yang pada bertujuan mencari data ilmiah terkait dengan keamanan, manfaat dan efektifitas obat tradisional. Pentingnya kolaborasi dan komunikasi diantara negara ASEAN sangat mendukung dalam pengembangan pengobatan tradisional di setiap negara ASEAN.   Sebagian besar AMS saat ini masih dalam proses pengintegrasian pelayananan kesehatan tradisional dalam system pelayanan kesehatan. T/CM hanya digunakan sebagai komplementer atau alternatif pada keadaaan tertentu. Sebagian besar AMS sudah mengembangkan community selfcare antara lain dengan penyedian Traditional Medicine Kit.   Dalam agenda selanjutnya dipaparkan berbagai topic pilihan di bidang pengobatan tradisional, antara lain :
  • Pada hari ke 2, China memaparkan perkembangan pengobatan tradisionalnya, meliputi kebijakan, pendidikan dan pelayanan. China telah memiliki 3599 rumah sakit tradisional, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 610.000.
  • WHO VietNam bekerjasama dengan WHO dan Nipon Foundation untuk mendukung  menyediakan traditional medicine kit kepada daerah miskin di Vietnam. Hasil yang didapatkan, traditional medicine kit, dibutuhkan dan mudah dalam penyediaannya, penggunaan aman dan efektif, masa yang akan kebutuhan akan traditional medicine kit akan meningkat, dan WHO dan Nipon Foundation akan meneruskan kerjasama dengan pemerintah Vietnam.
  • WHO SEARO, menginformasikan bahwa WHO telah memiliki panduan dalam tradisional  medicine yaitu WHO Global Strategy 2014- 2023, dari seluruh anggota ASEAN, sebagian besar telah memiliki kebijakan dalam produk obat tradisional,  begitu pula kebijakan dalam pengaturan SDM pengobatan tradisional, kecuali Timur Leste dan Bangladesh.
  • Kampo atau disebut juga Japanese Traditional Medicine, tidak ada definisi khusus untuk traditional medicine. Beberapa pengobatan tradisional yang ada di Jepang seperti kampo, akupunktur dan herbal sudah dimanfaatkan secara luas seperti pengobatan konvensional lainnya. Penggunaan pengobat tradisional didalam pengobatan konvensional dalam bentuk kombinasi antara keduanya dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dimana dokter memegang peranan utama dalam penyelenggaraannya.
  • Paparan selanjutnya adalah tentang kerjasama antara Kayin State Government dan Nippon Foundation, dimana pengobatan tradisional merupakan pertolongan pertama terutama didaerah pedesaan, karena murah dan mudah didapatkan. Kerjasama yang dilakukan antara lain dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal bercocok tanam, pembibitan, pembuatan kompos serta hal lain yang terkait dengan cara memanfaatkan lahan.
  • Selanjutnya paparan dari Mahidol University Thailand tentang penelitian Traditional Medicine Box Project. Dari hasil penelitian disimpulkan salah satu penyelenggaraan pengobatan tradisional adalah dengan menggunakan tradisional medicine kit.
  Agenda hari ke- 3 adalah presentasi dan diskusi terkait 2 hal penting yang telah didiskusikan di hari sebelumnya oleh masing-masing kelompok, yaitu To strengthen  practice and personal through training and education, topic ke2 yaitu to promote integration of TM/CAM in health care system. AMS memberikan masukan dan tanggapan terhadap 2 topik diatas. Pertemuan menghasilkan Yangoon Declaration yang merekomendasikan antara lain:
  • To strengthen TM/CAM practices and health care personnel through training and education.
  • To promote the integration, as appropriate, of TM/CAM into national health care systems of ASEAN Member States.
  • To strengthen the capacity of ASEAN Member States to conduct research on safety, efficacy and quality of traditional medicine.
  • To exchange information on research findings about TM/CAM among ASEAN Member States, ASEAN Plus Three Countries, and other Development Partners.
  • To strengthen cooperation and collaboration among ASEAN Member States, ASEAN Plus Three Countries and other Development Partners by continuation of activities for the advancement of TM/CAM.