Penganggaran Program Kesmas Tahun 2020 Harus Fokus dan Tepat Sasaran

Dipublikasikan Pada : Selasa, 24 September 2019, Dibaca : 461 Kali  

Bekasi - Direktorat Jenderal Kesmas mengadakan Pertemuan Penelitian/Review/Pembahasan RKA-K/L Program Kesehatan Masyarakat TA. 2020 di Bekasi yang diikuti oleg seluruh satker Pusat, 34 Provinsi serta 3 UPT Kesmas.

 

Tahun  2020 adalah tahun pertama pelaksanaan  RPJMN  2020-2024. Arah dan kebijakan pokok RPJMN periode depan adalah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi.Sasaran pokok RPJMN yang terkait dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat yaitu penurunan AKI, AKB, Wasting dan Stunting.

 

Fokus APBN diarahkan pada lima hal utama yang salah satunya adalah penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut program prioritas di bidang kesehatan antara lain adalah Penguatan program promotif dan preventif  melalui pelayanan kesehatan pada siklus hidup. pemenuhan gizi , serta edukasi publik tentang pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting pada tahun 2020 yang diperluas mencakup 260 kabupaten/kota dan terdapat 120 Kab/Kota Lokus penurunan AKI dan AKB.

 

Dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kesehatan Masyarakat TA. 2020 perlu diperhatikan beberapa hal:

  1. Kegiatan fokus pada pencapaian program prioritas nasional (PN) seperti penurunan AKI, AKB, stunting, Germas.
  2. Kegiatan yang dampaknya langsung dapat dirasakan masyarakat.
  3. Kegiatan yang berdayaungkit tinggi dalam pencapain indikator Program Kesehatan Masyarakat tahun 2020
  4. Kegiatan yang memperluas dan memperkuat networking terutama dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat madani, organisasi keagamaan, filantropi, dll.