Pertemuan Nasional Kesehatan Anak

Dipublikasikan Pada : Selasa, 30 September 2014, Dibaca : 1520 Kali   Bekasi – 27 Sept

pernas2

ember 2014  Masalah Kesehatan pada anak memerlukan perhatian diantarannya ganguan pertumbuhan dan perkembangan, perilaku hidup bersih, merokok, seks, pranikah, kehamilan dini , kekerasan , disabilitas dan lain-lain. Upaya peningkatan kualitas hidup anak dalam rangka mengatasi masalah tesebut, Ditjen Bina Gizi dan KIA , Direktorat Kesehatan Anak  menyelenggarakan Pertemuan Nasional ( Pernas ) Peningkatan Kualitas Hidup Anak  pada tanggal 24 – 27 September 2014 di Hotel Horison Bekasi, Pertemuan yang dilaksanakan selama 4 hari ini  diikuti sebanyak 170 peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota di 34 Propinsi dengan nara sumber dari Dit Bina Kesehatan Anak  dan melibatkan nara sumber dan penjaji dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, RS Polri Kramat Jati, Dinas Pendidikan. serta beberapa nara sumber dari sektor terkait. Pernas anak ini bertujuan melakukan koordinasi teknis pengelola program Kesehatan Anak antara Pusat dan daerah, untuk mengetahui Status implementasi dan proses pencapaian keberhasilan upaya peningkatan kualitas hidup anak serta menyepakati rencana tindak lanjut peningkatan kualitas hidup anak. Dr Elizabeth Jane Supardi, Direktur Bina Kesehatan Anak mewakili Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA berkesempatan untuk membuka acara pada pernas anak ini. Dipenghujung acara Dir Jen Bina Gizi dan KIA dr Anung Sugihantono, M Kes memberikan arahan,  Bapak Dir Jen Menjampaikan  bahwa ada beberepa hal yg perlu dicermati :
  1. Kita harus Siap untuk berubah, dengan adanya Pimpinan baru Presiden baru, Menteri baru.otomatis lingkunganpun berubah
  2.  Siaplah berubah Perubahan mendasar yg sudah diskenariokan dan tanpa dibahas, penguatan peran propinsi sebagai wakil pemerintah pusat. Konsekensi logisnya, ada institusi baru atau ada tugas tambahan terhadap institusi yg baru terhadap tugas-tugas kementerian. Kementeria lembaga akan banyak bertumpu kepada temen-teman di Propinsi, dalam tatanan-tatanan manajerial sebagai tugas dan tanggung jawab..
  3. Substansi tentang kesehatan Anak, Teknokratik perencanaan  RPJPM 2015-2019 sudah ditetapkan buku saku dari RPJPM sudah disampaikan tentang remaja, indikatornya obesitas pada anak remaja umur 18 Tahun, dengan harus memahami konsep secara utuh, intinya mendapat pelayanan yang bermutu,
  4. Pendekatan Institusi dari sabang sampai Merauke intinya ada 2  Pendekatan : a). Pelayanan Dasar di Puskesmas b). Pelayanan Rujukan di RS. Sebagai Operator Pelayanan Dasar, sedangkan Manajernya di Dinas Kabupaten/Kota atau Propinsi. Puskesmas saat ini Operasionalisasinya adalah Kapitasi. Di level Kabupaten/Kota mempunyai Standar Operasional sendiri dengan memacu di Level Pusat. UKS sebagai pola pendekatan Kesehatan anak yang masuk dalam lingkup usia,  konsep usia sekolah mulai dari PAUD. UKS sebagai satu pola pendekatan diluar pendekatan keluarga terhadap anak karena anak dari disekolah waktu banyak digunakan. Intervensinya kita harus memberikan warna dengan membuat pelatihan konsep kesehatan anak secara menyeluruh.
  5. Indikatornya : 100 % Remaja yang membutuhkan  pelayanan dapat dilayani di Puskesmas,. Prinsipnya masyarakat mendapatkan pelayanan yang bermutu, mau berobat dipuskesmas, klinik, dokter praktek, ataupun RS. Intinya adalah yg harus dirangkum dalam satu kewenangan antar pelaku di tingkat Puskesmas. Indikatornya Pelayananan kesehatan anak yang dikembangkan di Tingkat Nasional Konsep Usia Sekolah,     konsep -konsep perubahan yang harus dipahami, Aspek- aspek kebijakan di Tingkat Nasional  seperti Normanja, Prosedurnya, Kriteriaannya dan Standarnya.
  6. Sejalan dengan perubahan yang terjadi untuk dana Dekon, DAK, atau Perbantuan jagan segan segan untu bicara sampaikan mana yang tepat silahkan menjadi kegiatan riel. Agar menjadi Akses Pelayanan yang bermutu dan semakin Matap.
  7. Kab Kota Harus mengusulkan Dana BOK , kalau tidak akan diberikan,  Propinsi harus mengujungi semuah Puskesmas minimal 2 x dalam 1 Tahun, Kabupaten harus mengujungi semuah Puskesmas minimal  4 X dalam 1 Tahun
Acara diakhiri denga penandatangan Rekomendasi kesepakatan Rencana Tindak Lanjut, yang ditandatangani oleh perwakilan dari

pernas1

seluruh provinsi dan akan dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Purwati S,Sos - Humas