Indonesia Bertekad Bawa APRFHE Jadi Lebih Konkret

Dipublikasikan Pada : Rabu, 02 Oktober 2019, Dibaca : 265 Kali  

Manila - APRFHE merupakan forum kerja sama antar pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan lingkungan dalam rangka menciptakan sebuah platform terkait kebijakan dan intervensi nasional dan regional, guna meningkatkan dan menjaga kesehatan dan lingkungan serta mempromosikan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) di 51 kawasan Asia Pasifik.

 

''Indonesia siap menjadi Ketua Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment (APRFHE) periode 2020-2024,'' tegas Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Indonesia, dr. Kirana Pritasari, MQIH selaku ketua Delri, dalam serah terima Keketuaan APRFHE pada the Tenth High-Level Officials Meeting of APRFHE di Manila, Filipina, pada tanggal 28 September 2019.

 

Delegasi Indonesia terdiri dari Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK, wakil dari Direktorat Kesehatan Lingkungan dan Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemenkes, wakil dari Biro Kerja Sama Luar Negeri KLHK serta Ahli Kesehatan bidang Kesehatan Lingkungan.

 

dr. Kirana menyampaikan bahwa selama menjadi Ketua APRFHE, Indonesia akan mengusung tema ''The Role of Strategic Health and Environment on National Development to Achieve SDGs Goals''. Ia menyatakan bahwa Indonesia dan akan membawa APRFHE menjadi forum yang lebih konkret dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan lingkungan dalam struktur APRFHE, termasuk World Health Organization, United Nations Environment Programme, akademisi, organisasi non-pemerintah dan sektor swasta.

 

Indonesia telah menyiapkan serangkaian program pertemuan pada periode 2020 2024 untuk mewujudkan program kesehatan lingkungan yang lebih berdampak kepada masyarakat. Kementerian Kesehatan akan bersinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menyelenggarakan pertemuan tingkat Menteri dan pertemuan tingkat Pejabat Tinggi negara negara anggota APRFHE.

 

''Indonesia juga akan menyelenggarakan Advisory Board Meeting dan mendorong negara-negara anggota lain untuk aktif dalam pelaksanaan Thematic Group Working dan Scientific Panel,'' tambah Dirjen Kirana.

 

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Kesehatan Lingkungan, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, yang turut mendampingi Dirjen Kesehatan Masyarakat menyampaikan keberhasilan Indonesia dibidang kesehatan dan lingkungan, antara lain dalam upaya memastikan ketersediaan dan pengelolaan kebersihan air dan sanitasi yang berkelanjutan melalui program-program seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal, Sanitasi Berbasis Masyarakat dan Program Pasokan Air (PAMSIMAS).

 

Menurutnya, Indonesia juga berpengalaman dalam menangani bencana dan mitigasinya yang dapat dibagikan ke negara-negara anggota APRFHE. Selain itu, Indonesia telah memiliki Tim Teknis Adaptasi terhadap dampak perubahan Iklim di sektor kesehatan dan Program Desa Iklim (Proklim).

 

''Indonesia telah memiliki Peraturan-peraturan terkait kesehatan lingkungan seperti Peraturan Pengelolaan Limbah, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan, dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga,'' terang Imran.

 

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email  kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.(gi)