Mengurangi Angka Kematian Anak Masih Jauh Dari Target Yang Ditetapkan

Dipublikasikan Pada : Rabu, 15 Oktober 2014, Dibaca : 1551 Kali  

Palembang 15/10—Terkait dengan tujuan akhir MDGs 4 yaitu mengurangi

Direktur Bina Gizi, Ir.Doddy Izwardy, MA ketika membacakan arahan Dirjen Bina gIZI DAN kia Direktur Bina Gizi, Ir.Doddy Izwardy, MA ketika membacakan arahan Dirjen Bina gIZI DAN kia

angka kematian anak, Angka Kematian Balita (AKBa) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Walaupun terjadi penurunan angka kematian balita dan kematian bayi yang cukup signifikan sejak dari tahun 1990 sampai 2003, namun penurunan kematian cenderung melambat dalam 10 tahun terakhir. Angka kematian neonatal (AKN) merupakan penyumbang terbesar AKB, kematian neonatal  menunjukkan penurunan yang stagnan dalam 10 tahun terakhir,  ini mengakibatkan proporsi kematian neonatal semakin besar dari tahun ke tahun jika dibandingkan dengan seluruh kematian bayi dan balita.

Hal ini terungkap dalam isi sambutan pengarahan Dirjen Bina Gizi dan KIA yang dibacakan oleh Direktur Bina Gizi, Ir. Doddy Izwardy, MA pada pembukaan Pertemuan Penguatan Puskesmas dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi untuk provinsi Banten, DKI Jakarta dan Sumatera Selatan yang berlangsung di Hotel Arista Palembang pada 15 Oktober 2014.

Lebih jauh lagi dalam  isi arahan dirjen mengungkapkan,  berdasarkan hasil sementara SDKI tahun 2012, sebanyak 59,4% kematian bayi dan 47,5% kematian balita terjadi pada usia neonatal. Oleh karena itu, AKN harus diturunkan dengan upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil dan menjamin pertolongan persalinan yang aman sesuai dengan tujuan akhir MDGs 5 tentang memperbaiki kesehatan ibu.

audiensBila melihat target MDG 5 peningkatan kesehatan ibu yaitu mengurangi ¾ angka kematian ibu dalam kurun waktu 1990-2015, maka pada tahun 2015 diharapkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup. Namun demikian berdasarkan data SDKI tahun 2012 bahwa AKI di Indonesia sebesar 359 per 1000.000 kelahiran hidup dengan tiga penyebab langsung kematian ibu paling banyak adalah perdarahan, hipertensi dan infeksi. Oleh karena itu, ujar Dirjen, masih diperlukan upaya keras dan komitmen bersama untuk dapat mencapai target pada tahun 2015.

Selanjutnya, ujar Dirjen, dalam rangka memfokuskan percepatan pencapaian indikator AKI dan AKB di atas diperlukan terobosan upaya strategis, operasional dan lokal spesifik, sehingga akan mampu mendapatkan target percepatan sebagaimana yang diharapkan. Upaya akselerasi pencapaian MDGs dilakukan melalui pendekatan wilayah dengan melakukan berbagai langkah strategis sesuai permasalahan yang ada di lapangan. Pendekatan Wilayah, dimaksud, merupakan upaya intervensi secara terfokus dan memberi dampak yang optimal.

Wilayah Penanganan Intensif (WPI), pertama yang harus diintervensi ketat ada di 12 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur. Namun hal ini tidak berarti bahwa provinsi lainnya tidak mendapat perhatian.

Langkah-langkah strategis percepatan MDGs antara lain adalah pemetaan masalah, penguatan peran masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, penguatan peran masyarakat melalui pembentukan Posbindu dan klub kesehatan, serta mendorong penyediaan fasilitas publik untuk gaya hidup sehat; yang merupakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai target MDGs dan RPJMN 2010-2014, serta mendukung SJSN, SKN dan RPJMN 2015-2019, RPJMD 2015-2019, yang merupakan upaya reformasi birokrasi, penguatan SDM kesehatan, peningkatan peran aktif daerah, penguatan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan, penyiapan Jaminan Kesehatan Nasional.

Saya sangat percaya, kata Dirjen,  bahwa semua yang hadir pada pertemuan ini telah menyadari pentingnya pencapaian indikator kesehatan ibu dan anak serta menyadari pula bahwa permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu marilah berbuat secara nyata untuk mendorong capaian target indikator program Gizi dan KIA, MDGs serta tujuan pembangunan kesehatan pada umumnya.

‘’Melalui Pertemuan ini saya harapkan dapat dihasilkan rencana operasi di setiap kabupaten/kota, puskesmas, merumuskan rekomendasi, tindak lanjut di Provinsi Sumatera Selatan, Banten dan DKI Jakarta sehingga target pembangunan kesehatan yakni peningkatan umur harapan hidup, penurunan angka kematian ibu melahirkan, penurunan angka kematian bayi/anak dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan’’, ujar dirjen dalam menutup isi sambutan pengarahannya.

@fey-